Produksi Menyusut, Kebutuhan Cabai Dipasok dari Pulau Jawa

Kebutuhan Cabai Dipasok dari Pulau Jawa
PEDAGANG CABAI: Tampak pedagang cabai rawit di Pasar Induk Mandalika, Bertais, Kota Mataram, saat menunggu pembeli. (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Harga cabai rawit terus mengalami kenaikan di pasar.  Harga yang terus merangkak naik semakin drastis setiap hari tersebut, belum bisa dikendalikan.  Pasalnya, produksi cabai di Provinsi Nusa Tenggara Barat banyak yang mengalami gagal panen. Alhasil, pasar di NTB untuk kebutuhan cabai rawit sebagian besar di pasok dari luar NTB, seperti Pulau Jawa dan Bali.

Kepala Pasar Induk Mandalika, Bertais, Kota Mataram, H Ismail membenarkan jika pasokan cabai lokal NTB terus mengalami penurunan. Sementara itu, pasokan cabai rawit dari Pulau Jawa justru yang mengalami kenaikan.

Meski terjadi kenaikan pasokan dari Pulau Jawa, namun jumlahnya masih relatif sedikit dari sebelumnya. Sehingga menyebabkan masih belum mampu turun, justru mengalami kenaikan, karena tingginya permintaan dari masyarakat. “Kencendrungan pasokan cabai lokal itu terus mengalami penurunan,” kata Ismail, Senin kemarin (12/3).

Lebih jauh dikatakan, setiap harinya cabai lokal NTB khususnya dari Kabupaten Lombok Timur yang menjadi sentra produksi cabe memasok di Pasar Mandalika, Bertais kurang dari 1 kwintal, yakni sekitaran 600 kg perharinya. Sementara itu, pasokan cabai asal Pulau Jawa dan Bali itu lebih dari 1 ton. Sedangkan pasokan cabe rawit dari Pulau Sumbawa masih dibawah 100 kg atau sekitar75 kilogram/harinya.

Kendati pasokan lebih banyak dari Pulau Jawa, cabai rawit lokal asal Pulau Lombok masih menjadi yang laris manis. Sehingga harga jualpun jauh lebih tinggi jik dibandingkan dengan harga cabai asal Pulau Jawa dan Bali.

Adapun jumlah pedagang di Mandalika yang mendapatkan pasokan cabai asal Pulau Jawa dan lokal itu sebanyak 15 orang hingga 20 orang pedagang besar, yang kemudian didistribusikan kepada pedagang pengecer lainnya. “Cabai lokal masih lebih disukai sama konsumen. Makanya harga jual cabai lokal ini jauh lebih tinggi dari cabai yang dari Jawa atau Bali,” terangnya.

Ismail menyebut bahwa untuk harga jual cabai lokal asal Lombok dijual dengan harga diatas Rp95 ribu/kg dari sebelumnya seharga Rp85 ribu/kg. Sementara itu untuk harga jual cabai asal Pulau Jawa dan Bali relatif lebih murah dengan harga jual Rp70 ribu hingga Rp75 ribu/kg.

“Cabai lokal Lombok itu lebih pedas. Sementara cabai asal Pulau Jawa dan Bali itu kurang pedas. Mungkin itu penyebabnya cabai lokal lebih dipilih oleh konsumen,” jelasnya.

Salah seorang pedagang cabai besar di Pasar Mandalika, Bertais, H. Fahruddin mengakui jika pasokan cabai sekarang ini terus menurun. Pasokan petani yang berasal dari Lombok Timur merupakan sentra produksi cabai, juga terus mengalami penurunan, dikarenakan banyak tanaman cabai petani gagal panen, akibat dari perubahan cuaca, seperti hujan, angin dan juga bencana alam seperti banjir yang beberapa minggu belakangan ini terjadi di sejumlah titik wilayah Lombok Timur.

“Pasokan cabai lokal Lombok dan Pulau Jawa cenderung berkurang. Sehingga berdampak terhadap harga yang mengalami kenaikan belakangan ini,” tuturnya. (luk)