Produksi Industri Manufaktur IMK Tumbuh Positif

MATARAM—Industri manufaktur mikro dan kecil (IMK) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukan pertumbuhan yang cukup bagus pada triwulan I tahun 2016. Jika dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2015, industri manufaktur mikro dan kecil di Provinsi NTB tumbuh mencapai 4,40 persen.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur yang menjadi salah satu sektor andalan dari pereknomian Provinsi NTB mengalami perkembangan cukup signifikan. Industri manufaktur memiliki peran penting dalam penciptaan lapangan kerja baru.

“Produksi industri manufaktur mikro dan kecil di NTB naik 4,40 persen di triwulan I tahun 2016 dari jumlah sampel survey di NTB sebanyak 1.054 unit perusahaan/usaha,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Wahyuddin di Mataram, Selasa (3/5).

Dikatakannya, jika dilihat dari rangking pertumbuhan pada triwulan I tahun 2016, IMK menurut klasifikai baku lapangan usaha Indonesia (KBLI) maka yang menduduki rangking tertinggi pertumbuhannya adalah industri pakaian jadi naik sebesar 10,95 persen. Diikuti posisi kedua adalah industri furnitur dengan pertumbuhan produksi naik sebesar 9,86 persen, kemudian industri makanan naik sebesar 4,68 persen.

Selanjutnya industri pengolahan lainnya naik sebesar 4,38 persen dan industri manufaktur yang naik juga adalah pada industri kayu, barang dari kayu, dan barang dari anyaman bambum, rotan dan sejenisnya naik sebesar 4,34 persen.

“Jika dibandingkan dengan kenaikan industri manufaktur besar dan sedang yang hanya tumbuh 1,06 persen, maka justru membanggakan pertumbuhan industri mikro dan kecil yang mencapai 4,40 persen,” sebut Wahyuddin.

Kepala BP3ED, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB, Muhammad Taufik Rahman mengatakan, pertumbuhan produksi industri mikro dan kecil berbanding lurus dengan program yang terus digalakan Pemprov NTB melalui Disperindag NTB meningkatkan kualitas produk handycraf dan manufaktur lainnya.

“Kita beberapa tahun ini terus memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku industri mikro dan kecil. Bahkan sampai bisa tembus ekpsor produk mereka,” kata Taufik.

Taufik menambahkan, pemerintah provinsi NTB bersama pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perindustrian serta pemerintah kabupaten/kota terus memberikan perhatian serius terhadap pelaku industri mikro dan kecil ini.

Terlebih lagi, potensi produk IMK ini cukup besar disaat NTB lagi menggeliat pertumbuhannya di sektor pariwisata. Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan memberi angin segar juga produksi industri manufaktur mikro dan kecil. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid