Produk Sambal Sehat Diminati hingga Luar Negeri

TUNJUKKAN: Zulfa Aziz menunjukkan sambal sehat dengan bahan baku aman bagi kesehatan hasil produksinya. (DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK)

Sambal menjadi pelengkap makanan orang Indonesia. Karena jika makan tidak ada sambal seperti kurang lengkap. Saat ini sudah banyak pelaku usaha yang membuat sambal kemasan dengan berbagai aneka rasa. Tetapi belum ada yang membuat sambal kesaman yang sehat menggunakan bahan-bahan yang aman untuk kesehatan.


DEVI HANDAYANI- LOMBOK TIMUR


SALAH satunya seperti sambal kemasan yang diproduksi oleh Zulfa Aziz. Yakni sambal sehat cocok untuk orang yang tengah diet dan aman bagi kesehatan. Saat ini banyak makanannya serba kemasan beredar, tetapi sebagian besar menggunakan pengawet. Apalagi untuk sambal pembuatannya menggunakan minyaknya melimpah ruah. “Dari situ saya kepikiran kenapa kita tidak buat produk sambel yang digemari oleh orang Indonesia. Jadi orang itu tidak hanya penasaran rasanya tapi lebih kebutuh karena sambel saya itu lebih sehat,” kata Zulfa Aziz kepada Radar Lombok Saat dihubungin belum lama ini.

Zulfa sapaan akrabnya menceritakan, awal mula ia menggeluti bisnis penjualan secara online sejak 2015 lalu. Di mana, Zulfa mulai berbisnis skincare atau kosmetik kecantikan. Ia menjadi distributor-distibutor produsen skincare kemudian sempat kolaborasi dengan saudarnya untuk membuat brand skincare. Sayangnya, ketika pandemi covid-19 justru berdampak cukup besar pada bisnis skincarenya semua pendapatan mulai anjlok. “Kosmetik itu istilahnya kalau di dunia mereka red ocean atau persaingannya lumayan berdarah-darah. Karena saya tinggal di Lombok, saya mulai lihat sekitar ternyata banyak potensi sumber alam Lombok itu berkualitas banget dan belum banyak diolah,” ujarnya.

Banyaknya pontesi alam yang bisa diolah dan sangat berkualitas, kenapa tidak olah. Padahal jika diolah mempunyai nilai jual tinggi, terutama cabai untuk membuat sambal. Apalai produksi cabai di NTB sangat berlimpah. “Saya sendiri pun basicnya garap online sudah lama dan saya mulai tau mengenai branding. Kenapa tidak kita garap pontensi alam lokal ini dengan branding yang bisa bersaing di nasional,” tuturnya.

BACA JUGA :  Dari Event Senggigi Sunset Jazz 2017

Zulfa mengatakan, idenya untuk bisa berbisnis sambal sehat ini terjadi sekitar bulan September 2020 setelah puncaknya pandemi covid-19. Karena pada saat ituorang-orang mulai sadar untuk makan makanan sehat supaya imunya kuat. Namun untuk mengenal sambal buatannya memang tidaklah mudah. “Tantangan lebih ke edukasi ke kostumer kenapa dia harus milih sambal sehat, kenapa dia pilih sambal saya dari pada yang lainnya. Jadi market kita lebih spesifik karena sebagian besar masyarakat ini maunya itu banyak murah, sehatnya belakangan,” terangnya.

Untuk itu, Zulfa menggunakan bahan-bahan baku yang aman bagi kesehatan. Seperti pemilihan minyaknya tidak menggunakan pakai minyak goreng kelapa biasa, tetapi menggunakan minyak kedelai. Jadi meskipun di simpan di kulkas atau lemaru pendingin berbulan-bulan minyaknya tidak akan menggumpal menjadi Lemak itu tandanya kadar asam lemak jenuh itu rendah. “Baik untuk jantung, kolesterol, kemudian untuk gula. Itu kan biasanya pakai gula pasir, saya tidak pakai gula pasir. Saya ganti dengan gula aren dan ekstrak daun stevia sebagai pemanis,” tutur perempuan berhijab tersebut.

Pemanis menggunakan ekstrak daun stevia pada produk sambalnya rendah kalori. Sehingga untuk orang yang lagi diet itu sangat aman atau orang orang yang mengidap kadar gula tinggi bisa jadi alternatif jika ingin yang pedas pedas tapi sehat. “Karena memang ini sambal sehat jadi saya gunakan bahan baku yang memang aman untuk kesehatan. Untuk varian lainnya ada menggunakan gula, tapi gula aren bukan gula pasir. Indeks glekemiknya lebih rendah daripada gula pasir,” jelasnya.

BACA JUGA :  Cerita Sedih Petani Tembakau Menghadapi Cuaca Tidak Menentu

Sementara itu, pemasarannya sampai mana saat ini masih di online sehingga sasarannya lebih ke luar pulau Lombok. Tetapi ada juga disekitar lingkungannya di BTN Griya Pesona Madani blok O 14 kelurahan Denggen Kecamatan Selong, Lombok Timur. Meskipun belum cukup dikenal didalam daerah, tetapi di luar daerah pasarnya cukup bagus. “Mungkin karena masih baru jadi belum banyak yang tau, jadi strategi untuk pemasaran masih online. Itu kan sudah tidak bisa menjangkau siapa saja yang bisa melihat. Malah kebanyakan di kota-kota besar saja kaya orang-orang yang lagi program diet itu mereka penasaran gitu,” jelasnya.

Untuk pengirimannya mulai dari Sumatera sampai Papua sudah dilakukan, bahakn sudah sampai ke Singapura. Meskipu masih dalam bentuk buah tangan saja, tetapi belum lama ini Zulfa juga sudah mengikuti pameran di Dubai dan disana responnya cukup bagus dengan sambal buatannya. “Kebetulan di icip oleh orang-orang dari Kolombia, Australia kemudian negara-negara Uni Emirat Arab, itu mereka pada mencoba sambal saya dan sangat diterima oleh mereka. Artinya respon pasar luar cukup bagus,” ungkapnya.

Ia berharap kedepannya produk sambal sehatnya bisa lebih dikenal secara luas. Terutama di dalam daerah, selama ini hanya pasar luar saja mengenal produk buatanya. Sedangkan didalam daerah justru hanya orang sekitar lingkungan tempat tinggalnya. “Harapannya kedepannya lebih dikenal lagi jadi masyarakat Lombok tau produk lokal yang kemasannya bagus, sehat , harapannya juga di kenal sampai keluar negeri,” imbuhnya. (**)