Prodi Farmasi UBG Mataram Diminati Banyak Pendaftar Maba

Ketua Program Studi Farmasi Nurul Indriani bersama WR III UBG Mayadi. (ABDI ZAELANI / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Universitas Bumi Gora (UBG) Mataram menerima pendaftaran mahasiswa baru (Maba) tahun akademik 2022/2023. Setiap tahun, program studi yang banyak diminati di UBG adalah, Farmasi. Prodi ini memiliki visi menjadi program studi sarjana yang terdepan dalam pendidikan, kompetitif, inovatif, berkualitas dalam karya, adaptif terhadap ilmu teknologi dan komputer (Iptek) dan menjadi program unggul di wilayah Indonesia Timur tahun 2032.

Untuk mewujudkan itu, UBG Mataram menyelenggarakan pendidikan tinggi aktual berkualitas di bidang ilmu farmasi. Selanjutnya, mengembangkan penemuan obat dari bahan alam melalui penelitian dan pengembangan ragam ilmu farmasi. Kemudian menyelenggarakan Prodi Farmasi berbasis klinikal sains dan berwawasan teknologi berkualitas dan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dan mendorong terselenggaranya kerjasama dengan pemerintah maupun masyarakat dalam penerapan pelayanan kefarmasian.

BACA JUGA :  Perusahaan Malaysia Tertarik Rekrut Lulusan SMK Pariwisata NTB

Ketua Prodi Farmasi UBG Mataram Nurul Indriani mengatakan program studi Farmasi mulai dibuka tahun 2019 lalu. Setiap tahunnya program ini menerima jumlah pendaftar mahasiswa baru meningkat.

“Alhamdulillah, dari tahun 2019 sampai saat ini setiap tahunnya selalu ada peningkatan pendaftar mahasiswa baru,” kata Nurul Indriani.

Dikatakan, pihaknya berharap tahun ini dua kali lipat dari tahun sebelumnya jumlah pendaftar Prodi Farmasi UBG Mataram. Untuk saat ini pendaftaran saja minimal sudah mendekati yang diharapkan masa pendaftaran masih dibuka.

“Jadi ekspektasi kami pendaftaran dua kali lipat dari tahun sebelumnya,” terangya.

Menurutnya, untuk biaya SPP prodi Farmasi UBG Mataram merupapkan kedua termurah di Mataram. Namun, jika jurusan yang sama, UBG kedua terendah di Mataram jika dibandingkan universitas lain. Sebab rata-rata di atas UBG Mataram, khususnya Prodi Farmasi.

BACA JUGA :  Bantuan untuk Ponpes Bisa Dianggarkan di APBD NTB

SPP Prodi Farmadi hanya Rp 3 juta, sementara kampus lain lebih dari Rp 3 juta.

Biaya Prodi Farmasi cukup terjangkau, seperti biaya laboratorium, praktikum lebih terjangkau jika dibandingkan kampus-kampus lain. Walapun baru berdiri, namun sudah mempunyai laboratirum yang memenuhi standar nasional penyelenggara studi Farmasi.

Dari sisi kurikulum program studi desain berbasis kompetensi dan keterbaruan sesuai kebutuhan ilmu farmasi yang seimbang antara teori dan praktik lapangan. Kemudian dosen yang berkompeten, profesional  dan berpengalaman dibidang keahlian Farmasi. Prospek kerja lulusan farmasi dengan penyerapan tingkat lokal maupun nasional di instansi pelayanan kesehatan, instansi pemerintah, swasta .

“Kita juga sudah bekerja sama dengan RSUD Provinsi NTB dan RSUD kabupaten/kota untuk lulusannya di serap,” harapnya. (adi)