Pria Ini Setubuhi Anak Tiri Selama 8 Tahun

DIINTEROGASI: OS, pelaku yang menyetubuhi putri tirinya selama 8 tahun tengah diinterogasi di Unit PPA Satreskrim Polresta Mataram. (ROSYID/RADAR LOMBOK)

MATARAM – OS (45) menyetubuhi putri tirinya selama 8 tahun. Aksi yang dilakukan pria asal Cakranegara, Kota Mataram ini mulai dari tahun 2016 dan terakhir pada 2 Juni 2024.

Pelaku yang ditemui di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Mataram tak membantah aksi bejatnya itu. Pelaku kali pertama menyetubuhi korban saat masih duduk di bangku SD. Usia korban saat itu 8-9 tahun. Kini korban berusia 16 tahun. Ia mengaku menyetubuhi anak tirinya spontan. “Tidak ada sih, spontan saja,” jawab pelaku saat ditanya motif awal menyetubuhi korban, Jumat (7/6).

Pelaku dan korban tinggal serumah bersama anaknya yang lain. Rumah itu ukurannya 5×5 meter. Sedangkan istri pelaku atau ibu korban, pergi merantau ke luar negeri sejak 2015. Dan pelaku mulai menyetubuhi anak tirinya dari 2016 secara berulang-ulang. “Setiap ada kesempatan (menyetubuhi korban),” kata pria yang kesehariannya sebagai pedagang gorengan ini.

Setiap melampiaskan nafsu berahi, ia mengaku korban tidak berteriak karena dicubit. “Saya cubit pahanya, agar tidak bersuara,” sebutnya.

Ibu korban sempat pulang merantau 2017. Kendati demikian, tidak menjadi penghalang pelaku kembali melampiaskan nafsu ke korban. Setiap kali menyetubuhi korban, ia sampai mengeluarkan sperma. “Ada juga anak sama istri saya (di rumah). Tapi istri saya tidak tahu,” ungkapnya.

Baca Juga :  ER Gasak Rumah Dinas KSOP Lembar

Pelaku ditangkap Kamis malam (6/6) kemarin, setelah menerima laporan dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, bahwa seorang ayah menyetubuhi anak tirinya. “Kejadiannya mulai dari 2016 hingga 2024, sekitar 8 tahun. Ini berlangsung sejak korban berusia 8 atau 9 tahun hingga sekarang ini,” terang Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama, Jumat (7/6).

Pelaku awalnya menyetubuhi korban dengan memanfaatkan istrinya pergi merantau. Setiap pelaku melancarkan aksinya, korban selalu ketakutan. “Korban ini merasa takut karena dilarang untuk berteriak, anak ini juga sering dicubit agar tidak mengeluarkan suara. Alhasil selama 8 tahun ini, tidak pernah ada yang tahu bahwa korban disetubuhi oleh pelaku,” ucap Yogi.

Apakah pelaku mengeluarkan ancaman dibunuh sehingga korban takut melapor dan bercerita? Yogi mengatakan ancaman tersebut tidak ada. “Pengakuan korban tidak ada (ancaman pembunuhan) dan pengakuan tersangka juga tidak ada. Hanya menyampaikan sudah kamu (korban) diam, dan setiap melakukan, pelaku mencubit paha korban,” katanya.

Korban juga tidak pernah melaporkan kejadian nahas itu, termasuk ke ibunya ketika pulang merantau 2017. Sehingga ibu korban tidak mengetahui kelakuan bejat suaminya tersebut. Namun, korban yang sudah tidak tahan akhirnya buka suara pasca-disetubuhi ayah tirinya pada Minggu malam (2/6) sekitar pukul 23.00 WITA. Korban mulai membuka suara dan bercerita kepada gurunya, Senin (3/6).

Baca Juga :  Polisi Selidiki Penyebab Meninggalnya Penghuni Kos

“Korban menceritakan kepada gurunya. Alhasil gurunya melaporkan ke LPA Kota Mataram dan LPA Kota Mataram melaporkan ke Polresta Mataram,” sebutnya.

Yogi menegaskan korban tidak hamil. Namun korban saat ini mengalami trauma atas apa yang dialami selama 8 tahun ini. Korban juga masih takut bertemu orang lain. “Saat saya tanya, korban sempat bercerita, waktu SD itu dirinya tidak paham apa yang telah diperbuat pelaku, tapi menjelang masuk SMP ini korban baru menyadari bahwa apa yang dilakukan bapaknya selama ini salah. Akhirnya, di kala korban kembali disetubuhi pada 2 Juni kemarin, keesokan harinya korban melapor ke guru,” katanya.

Korban telah divisum et revertum. Hasilnya ditemukan luka robek lama selaput dara. Luka hampir seluruh arah jarum jam. “Ada juga luka sampai dasar searah jam 6 dan 12,” ujarnya.

Pelaku kini ditahan di Polresta Mataram. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) dan ayat (3) junto Pasal 76D UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang. (sid)

Komentar Anda