Prestasi Putra Wanda Telah Mendunia

Foto bersama Dahlan Iskan dalam sebuah acara kuliah umum tahun 2014 lalu.

MATARAM–Provinsi NTB patut berbangga, memiliki pemuda yang mampu menorehkan prestasi sampai kancah dunia. Apalagi di bidang Tekhnologi Informasi (TI), suatu keahlian yang selama ini masih langka dimiliki oleh putra-putri asli NTB.

Dialah Putra Wanda, pemuda yang baru berusia 27 tahun asal Dusun Penakak, Desa Masbagik Timur Kabupaten Lombok Timur. Wanda, merupakan anak petani yang memiliki kemampuan mumpuni di bidang tekhnologi informasi. Tak aneh, sehingga kampus tempatnya kuliah memberikan penghargaan dengan beasiswa.

Begitu juga dengan pemerintah yang terus memberikan peluang kepada anak-anak bangsa berprestasi. Kerja keras Wanda memang layak diapresiasi. Apalagi, kepercayaan yang diberikan padanya dijawab penuh tanggung jawab dan segudang prestasi.

Sejak melanjutkan S2 di Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui program beasiswa, Wanda telah banyak melakukan penelitian dan publikasi di bidang Teknologi Informasi. Bahkan, beberapa hasil penelitiannya yang bertaraf internasional dipublikasikan di Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE). “IEEE itu organisasi profesi dan electronic library bidang teknik terbesar di Dunia,” terang Wanda kepada Radar Lombok melalui facebook, Jum’at malam (20/1).

Tidak sembarang karya bisa dipublikasikan di IEEE. Beberapa artikel yang menjadi standar internet saat ini seperti 4G dan 5G berawal dari sana. Beasiswa yang didapatkan Wanda dengan fasilitas super lengkap benar-benar dimanfaatkan dengan baik.

Selain itu juga, beberapa artikel Wanda berhasil terindex di Scopus Indexing Journal. Sebuah organisasi pemeringkat artikel paling credible di dunia. “Saya beberapa waktu yang lalu dihubungi oleh Publisher luar negeri untuk menulis artikel di Journal mereka,” katanya.

[postingan number=3 tag=”features”]

Pada tingkat nasional, hasil penelitian wanda juga sudah dimuat dalam beberapa jurnal Nasional Teknologi Informasi seperti Jurnal Buana Informatika. Penelitian yang dilakukan sejak beberapa tahun lalu sudah berhasil menjadi pemenang Hibah Penelitian Universitas, Kopertis Regional (DIY).

Kemudian yang terbaru, tahun 2016 lalu proposal riset yang dibuatnya dalam bidang computer vision (Multimedia) berhasil menjadi pemenang Hibah di Kementerian Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Ristekdikti), dengan nilai puluhan juta rupiah. “Dalam penelitian yang saya lakukan aspek yang paling penting adalah Novelty (Kebaruan – red). Sebuah teknologi yang diajukan dalam memecahkan sebuah masalah atau memberikan solusi yang lebih efisien dan tepat,” paparnya.

Tak terhitung berbagai sertifikat dan penghargaan yang telah didapatkan di kancah nasional maupun internasional. Misalnya saja penerima sertifikasi international bidang teknologi jaringan komputer Mikrotik Certified Network Associate (MTCNA), 2014 level Principle bidang Komputer, Latvia.

Wanda juga pernah menerima Sertifikasi International Mikrotik Certified Routing Expert (MTCRE), 2015 level profesional bidang komputer Latvia, penerima sertifikasi internasional bidang keamanan sistem dari Certified Secure Computer User (CSCU), 2015 di USA, penerima sertifikat internasional bidang teknologi software Java, Oracle, 2016, Norwegia, dan lain sebagainya.

Prestasi lainnya, Wanda juga penerima Undergraduate Scholarship, Ministry of National Education, Penerima Graduate Fellowship, Directorate of Higher Education (DIKTI), penerima International Scholarship for PhD Degree, China Goverment Scholarship (CSC) dan penghargaan cumluadu grade selama kuliah.

Dalam bidang TI, sertifikasi dan penghargaan itu sangat penting jika ingin masuk dalam dunia kerja dan industri. “Misalnya saya dengan konsentrasi TI di bidang jaringan komputer, agar dapat memperoleh sertifikasi bertaraf internasional harus belajar selama lebih dari 2 tahun secara mandiri khusus dalam bidang tersebut. Kemudian sebuah lembaga di Indonesia akan ditunjuk untuk mengadakan ujian sertifikasi internasional bidang TI, yang hanya bisa diikuti oleh mereka yang sudah lulus dengan beberapa kriteria dan dianggap sangat paham bidang TI,” terang Wanda.

Tidak mudah bisa mendapatkan sertifikasi. Sebelum mendapatkan satu sertifikasi saja, Wanda harus menyelesaikan materi sekitar 10 Bab bidang yang diujikan dalam waktu 5 hari. Setelah itu, pihak luar negeri akan mengirimkan sebuah kode test yang digunakan untuk mengikuti tes bidang terakhir.

Tes dilakukan secara online dengan bahasa inggris dalam waktu yang sangat singkat. Untuk bisa mendapatkan sebuah sertifikasi internasional, peserta harus lulus minimal 70 persen dari semua soal yang ada.

Bagi para pemegang sertifikasi international ini, namanya akan muncul dalam situs pusat di luar negeri. Misalnya di situs Mikrotik Corporation atau Oracle Corporation. Sertifikat ini merupakan syarat utama jika ingin bekerja di perusahaan multinasional bidang TI seperti di Batam dan Singapura. “Saya ingin bisa membanggakan NTB melalui kemampuan yang saya miliki,” tandasnya. (zwr)