Prestasi Olahraga Lotim Memprihatinkan

PORPROV NTB X 2018
PORPROV NTB X 2018

SELONG – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lombok Timur mengaku sangat prihatin melihat capain prestasi olahraga Lotim di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)  yang telah selesai digelar di Mataram beberapa hari lali. Dimana perolehan medali Lotim dari berbagai cabang olahraga (cabor) yang diikuti berada di urutan kedelapan dari 10 kabupaten/kota yang mengikuti ajang tersebut.

Total medali yang mampu disabet Lotim dalam Porprov yaitu sebanyak 89 medali. Dengan rincian, 19 emas, 34 perak dan 36 perunggu. Jumlah tersebut jauh yang telah ditarget oleh Komite Olahraga Nasional  Indonsia (KONI) Lotim. ‘’Melihat prestasi Lotim di Porprov tahun ini sangat memperihatinkan. Dan ini tamparan bagi kita semua. Padahal Lotim digadang-gandang sebagai rival terberat kabupaten lainnya. Makanya kita sangat tidak pentas berada di urusan ketiga dari bawah,‘’ kata Kadispora Lotim, M Zaini kemarin.

Merosornya prestasi olahraga Lotim tentunya menjadi perhatian koreksi bersama semua pihak tanpa harus saling menyalahlan antara yang satu dengan yang lainnya. Buruknya prestasi olahraga ini disebabkan karena berbagai faktor. Di antaranya disebabkan karena faktor dukungan anggaran yang belum memadai, minimnya ketersedian tenaga pelatih yang mempenuhi. Jika dibandiangkan dengan kabupaten lain, Lotim masih jauh kalah. Di mana kabupaten/kota lainnya mampu menyewa palatih yang memiliki kemampuan lebih. Faktor pelatih menurut Zaini juga tak lepas menjadi salah satu penentun keberhasilan sebuah kabupaten dalam bidang olahraga. ‘’Untuk bisa berprestasi itu tentu tidak gampang seperti kabupaten lain. Untuk bisa penuhi berbagai faktor harus bisa dipenuhi,‘’ lanjut dia.

BACA: Kota Mataram Duduki Klasemen Puncak Porprov

Selain itu, Zaini juga menyorot sial pembinaan semua cabor di Lotim yang terbilang masih sangat minim. Dan hal ini juga menjadi salah satu penyebab buruknya prestasi Olahraga Lotim. Dia mengatakan, selama ini kegiatan berkaitan dengan olahraga masih banyak bersifat seremonial. Sehingga anggaran yang seharusnya digunakan untuk  pelatihan dan pembinaan atlet lebih banyak dihabiskan untuk kegiatan yang bersifat seremonial tersebut. ‘’Misalnya dari Dispora kita berikan KONI dana hibah skeitar Rp 1,5 miliar pertahun keberadaan anggaran yang terbilang mepet itu, lebih banyak digunakan untuk seremonial. Jelas itu akan sulit untuk bisa mencapai target. Kecuali kalau altet yang diberikan pembinaan dari awal,‘’ ujarnya.

Untuk itu kedepan semua pihak harus berbehan diri untuk kemajuan olahraga Lotim. terutama Koni. Dimana KONI kata dia harus bisa lebih menigaktak pembinaan dan pelatiha  terhadap para atlet berpretasi yang telah ada. Hal itu bisa dilakukan melalui berbagai program dan kegiatan pelatihan  di setiap Cabor  yang punya potensi. ‘’Selama ini pembinaan yang masih lemah. Prestasi atelt diberbagai cabor harus dibina sedemikian rupa tanpa melihat batas waktu. Ini pogram yang harus diangarkan. Kita tidak bisa hanya melihat  anggaran yang tinggi, tapi tidak bisa dimaksimalkan untuk apa,‘’ terangnya.

Zaini melanjutkan, kalau Dispora ini hanya bertugas menyalurkan atau menghasilkan atlet yang berprestasi melalui event di tingkat sekolah. Sedangkan yang mengadepan kan pembinaan dan pengawalan terhadap atlet berpesrasi adalah tugasnya  KONI. ‘’Tugas KONI sekarang bagaiamana membuat jenjang pelatihan dan pembinaan terhadap atlet berperstasi yang telah kita cetak,‘’ sebutnya.  

Zaini juga meminta KONI untuk membuat progran kepalatihan jauh hari selum digelar event-event besar. Jangan sampai program itu diselenggarakan ketika dekat digelarnya event besar. Baginya cara seperti sangat tidak efektif untuk meningkatkan prestasi olahraga. ‘’Sekarang kita harus saling tantang. Di samping program pelatihan dan pembinaannya itu harus melakukan kegiatan secara tahap demi tahapan. Sekarang bagaimana langkah kita untuk mempersiapkan diri diri kedepan supaya prestasi olahraga bisa lebih baik,‘’ singkat  Zaini.

Terpisah Wakil Ketua 1 Bidang Organisai KONI Lotim, Jayadi mengaku, buruknya prestasi olahraga Lotim tersebut tentunya menjadi PR besar kedepan untuk diselsaikan. Pembinaan olahraga Lotim supaya lebih dimaksimalkan lagi. Terutama peran serta dari  masing-masing cabor yang bersangkutan. ‘’Di samping mengoptimalkan cabor.  Dalam pembinaan atlet kita jug akan dorong pembentukan cabor baru yang potensial di Lotim. Contoh drum band karena drum band ini berada di semua sekolah. Di samping itu ada juga pertandingan biliar. Makanya akan kita dorong untuk dibentuk kepengurusanya termasuk beberapa cabor yang lain,‘’ jelasnya.

Upaya lainnya KONI juga akan lebih menitik beratkan perhatian pembinaan atlet sehingga tidak ada lagi atlet yang nyeberang ke kabupaten lain. Karena di Porprov banyak atlet Lotim yang bermain untuk Kabupaten lain. Seperti Loteng, KLU dan Lobar. ‘’Makanya kedepan kita tidak ingin hal speerti ini terjadi. Kita akan melakukan konsolidasi cabor itu sendiri dan atletnya,‘’ ujarnya.

Melihat buruknya prestasi olahraga ini tentunya mereka tidak ingin mencari kambing hitam. Apalagi statusnya ini baru masuk d  pengurusan  KONI setelah dilantik beberapa bulan lalu. Setelah itu langsung dihadapkan dengan event besar seperti Porprov. ‘’Ini menjadi tantangan kami. Sehingga kedepan supaya kami lebih siap lagi. Kita telah menggagendakan berbagai program Salah satunya olahraga tingkat kabupaten. Selain kita juga, akan dorong cabor itu go to school, dan mensosialisasikan cabor ke sekolah. Sehingga siswa akan sekain semangat untuk menggeluti olahraga apapun. Agar mereka bisa mengukuti prestasi di tingkat provinsi , nasional bahkan dunia,‘’ pungkasnya. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid