Presiden Jokowi Resmikan KEK Mandalika Lombok Tengah

Presiden Instruksikan Cabut Izin Investor Lelet

Presiden Jokowi Resmikan KEK Mandalika Lombok Tengah
SWA FOTO: Disela-sela peresmian operasional KEK Mandalika dan penyerehan sertifikat tanah secara simbolis, Presiden Jokowi dan Gubernur Zaenu Majdi sempat menyusuri keindahan pasir putih Pantai Mandalika, Jumat kemarin (20/10). Nampak keduanya melakukan selfie di pinggir pantai. (HUMAS FOR RADAR LOMBOK)

PRAYA – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika,  Lombok Tengah  diresmikan  Presiden RI Joko Widodo, Jumat kemarin (20/10).

Pasca-peresmian itu harus ditindaklanjuti secara serius oleh PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dan kabupaten. Menurut presiden, peresmian tersebut bukan sekedar seremonial saja. Mulai saat ini, semua pihak harus mempercepat pengembangan KEK Mandalika yang dinilai akan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat NTB. “Oleh karena itu, kepada investor yang sudah tandatangani MoU agar segera membangun. Kalau sampai 6 bulan setelah MoU tidak dimulai konstruksi, cabut saja izinnya,” tegas Jokowi saat memberikan sambutan sebelum peresmian KEK Mandalika,  kemarin.

Presiden Jokowi Resmikan KEK Mandalika Lombok Tengah
DIRESMIKAN : Presiden Joko Widodo meresmikan beroperasinya KEK Mandalika, Kuta Lombok Tengah Jumat kemarin (20/10). (SIGIT SETYO/RADAR LOMBOK)

Secara khusus, Jokowi meminta semua investor yang telah memiliki MoU untuk serius. Kontrak kerja harus jelas agar lahan yang ada tidak sia-sia. “Harus jelas kapan dimulai konstruksinya. Jangan MoU saja terus dibiarkan saja lahan nganggur. Tolong ini dijadikan perhatian, cabut saja izinnya kalau sudah 6 bulan belum mulai konstruksi. Investor yang tertarik dengan Mandalika banyak kok, mereka antri saat ini,” ucapnya.

Jokowi masih ingat permasalahan KEK Mandalika telah dibahas sejak 29 tahun lalu. Namun nasibnya terkatung-katung dan belum dapat dirampungkan. Lamanya proses pembebasan lahan di KEK Mandalika mengganggu investasi yang masuk.

Kondisi tersebut berbeda dengan saat ini.  Setelah masalah lahan tuntas dan KEK Mandalika mendapat dukungan dari semua pihak, maka semua investor tertarik ingin menanamkan modalnya. “KEK Mandalika ini sangat indah, Emir Qatar Syeikh Tamim saja sangat kagum. Beliau bilang ke saya agar dikasi saja semuanya, beliau siap berinvestasi. Tapi saya bilang nanti dulu, makanya kalau investor yang tidak jelas dicabut saja izinnya,” tutur Jokowi.

Lebih lanjut disampaikan, KEK Mandalika merupakan proyek yang berdampak langsung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Diperkirakan nantinya dapat menyerap tenaga kerja sekitar 58 ribu orang dengan investasi yang berjalan sekitar Rp 13 triliun.

Selain masalah investor, setelah KEK Mandalika diresmikan maka harus melakukan penghijauan di KEK Mandalika. “Saya minta gubernur dan bupati hijaukan kawasan bukit, biar lebih cantik. Minta ke saya pohonnya berapapun saya kasi, 1 juta saya kirimin. Tapi ditanam dan dirawat, jangan namanya saja tanam 1 juta pohon tapi yang tumbuh hanya 3 pohon karena setelah ditanam ditinggal begitu saja. Sudah saatnya kita hentikan mental-mental seperti itu,” ucap Jokowi.

Karakter bangunan di KEK Mandalika juga menjadi perhatian presiden. Bangunan yang ada harus memiliki karakter sehingga menjadi pembeda dengan daerah lain seperti Bali. Presiden tidak ingin, ada bangunan yang bergaya rumah Spanyol di KEK Mandalika.

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, HL Gita Aryadi mengaku siap melaksanakan instruksi presiden. “Tentu kita akan tindaklanjuti arahan Pak Presiden, nanti akan dirapatkan,” jawabnya usai acara peresmian KEK Mandalika.

Hal yang harus dipahami bersama, lanjut Gita, dalam dunia investasi memiliki banyak tahapan. Mulai dari perencanaan hingga dimulainya konstruksi tidaklah mudah. “Tapi nanti lah kita rapatkan dulu biar jelas seperti apa langkah yang bisa kita ambil untuk laksanakan instruksi Presiden,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menyampaikan, KEK Mandalika difokuskan untuk kegiatan utama pariwisata. ITDC bertugas untuk membangun dan mengelolanya. “Diproyeksikan ada 10 ribu kamar hotel di KEK Mandalika nantinya, dengan target 2 ribu kamar hotel sampai dengan tahun 2019.,” terangnya.

Selain itu, KEK Mandalika akan dibangun sirkuit balap kelas dunia, convention center, dan 7 hotel yang diperkirakan terealisasi pada tahun 2019. “Karena itu, SDM masyarakat sekitar harus disiapkan dengan baik agar bisa merasakan manfaat KEK Mandalika,” katanya. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid