Presiden Ajak Pengungsi Nobar Penutupan Asian Games

jokowi
NOBAR : Presiden Joko Widodo bersama Gubernur NTB dan pengungsi saat Nobar penutupan Asian Games di lapangan Gunung Sari Lombok Barat tadi malam. (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

LOMBOK UTARA – Presiden RI Joko Widodo kembali mendatangi korban gempa di Lombok. Dalam kunjungannya di Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara, Minggu (2/9) sore, Jokowi menyemangati para korban. Ia juga menekankan pentingnya pembangunan rumah yang tahan gempa.” Ini cobaan yg diberikan Allah SWT,” ungkapnya di hadapan para pengungsi.

Jokowi menyampaikan, proses pembangunan rumah, dan rekonstruksi untuk sekolah, Puskesmas, dan rumah sakit sudah mulai dilakukan. Jokowi juga menyebut bantuan untuk pembangunan rumah rusak telah diberikan kepada 5.293 warga terdampak yang ada di Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur dan Kota Mataram.”Saya titip uang bantuan itu betul-betul untuk pembagunan rumah, itu prioritas pertama dan dalam membangun rumah nanti, rumah yang tahan gempa sehingga kalau ada gempa lagi rumahnya tidak ada masalah,” lanjutnya. 

BACA JUGA: Kader NW Pancor Siap Menangkan Jokowi-Ma’ruf

Ia menambahkan, proses pembangunan rumah warga juga akan dibantu dan didampingi Kementerian PUPR, TNI, dan Polri agar rumah yang dibangun sesuai dengan kaidah tanah gempa. Jokowi menyebutkan, warga bisa memanfaatkan bahan bangunan sisa reruntuhan yang masih bisa digunakan.” Bapak ibu semua bareng-bareng gotong-royong, bahan bangunan yang bisa dipakai seperti kayu, jendela, batako, pintunya masih bisa dipakai ya dipakai,” kata dia.

Ia meminta proses rehabilitasi rumah dilakukan segera mengingat akan datangnya musim hujan. “Paling tidak, ada konstruksi jadi atapnya sudah dibangun sehingga bisa dipakai untuk berteduh kembali apabila musim hujan sudah datang,” tambahnya.

Presiden juga menyerahkan bantuan kepada 5.293 warga yang rumahnya rusak berat masing-masing Rp 50 juta. Ia mewanti-wanti agar uang bantuan ini benar-benar diperuntukkan bagi pembangunan rumah tahan gempa.

BACA JUGA: Takut Gempa, 5 Siswa Mataram Eksodus Keluar Daerah

Ia menyampaikan dana bantuan pembangunan rumah merupakan uang negara. Oleh karenanya ia akan memeriksa kembali apakah uang bantuan telah digunakan untuk membangun rumah atau tidak.”Tetap ada pertanggunganjawab akan dicek, nanti rumah tidak jadi duitnya sudah tidak ada. Hati-hati jangan sampai dipakai yang lain. Rumah nggak jadi, malah punya sepeda motor baru, harus rumahnya jadi dulu,” lanjutnya. 

Oleh karena itu, meski warga telah mendapatkan buku tabungan bantuan rumah,  namun warga tidak serta bisa mengambil seluruh uang tanpa ada pendampingan dari pemerintah.  Nanti ada mekanisme untuk pengambilan uang.” Sudah dapat tabungan langsung diambil semua, nggak bisa, nanti nggak dipakai beli semen atau pasir malah yang lain, bantuan ini fokus pada bangun rumah kembali,” terangnya.

1
2
3
Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut