Praktekkan Sekolah Perjumpaan, Santri Hikmatusyarief Ikut Kemah

PERJUMPAAN : Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hikmatusyarief NW Salut Narmada saat menyampaikan konsep sekolah perjumpaan di hadapan santri (RASINAH ABDUL IGIT/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG– Ratusan santri Pondok Pesantren Hikmatusyarief NW Salut Narmada diikutkan dalam kegiatan kemah perjumpaan di kawasan hutan Kecamatan Narmada yang penutupannya berlangsung kemarin. Kemah ini menandai rangkaian konsolidasi internal terkait dengan penerapan sistem baru pembelajaran pesantren berbasis praxical competence atau yang populer disebut Sekolah Perjumpaan. Konsep ini dirancang bersama antara pihak pondok setempat dengan melibatkan para akademisi dari Universitas Mataram dan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. “ Jadi kemah ini semacam bentuk pengenalan konsep ini kepada para santri, dirangkaikan dengan kegiatan oriententasi sekolah,” demikian diungkapkan Ketua Yayasan Ponpes Hikmatusyarief H. Husnan Wadi kemarin.

Hikmatusyarief adalah salah satu Ponpes tua di Lombok Barat dengan ciri khas pembelajaran kitab kuningnya. Sementara itu sekretaris yayasan, Zulkifli, mengatakan, model baru ini mulai diterapkan pada ajaran baru tahun ini sehingga proses pembentukan karakter lebih efektif, dan penguasaan-penguasaan materi kognitif menjadi lebih cepat dibandingkan dengan model konvensional. Model baru ini menjadikan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang terbuka dan dinamis karena basisnya adalah menormalkan relasi-relasi sosial yang ada dan menjadikan sebagai katalis untuk membangun karakter, penguasaan skill teknis dan penguasaan materi kognitif-akademik. “ Yang mau hebat membaca kitab kuning, bisa belajar di sekolah kami,” ungkapnya.(git)

BACA JUGA :  Gelar Pentas Seni dan Pameran Saat Sekolah Tergenang