PPP: Masyarakat Jangan Terbuai Embel-Embel ‘Koalisi Umat’

PPP: Masyarakat Jangan Terbuai Embel-Embel ‘Koalisi Umat’
SILATURAHMI: Amien Rais, Habib Rizieq dan Prabowo Subianto saat bersilaturahmi bersama di Makkah. (ISTIMEWA JPC FOR RADAR LOMBOK)

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani merespons keinginan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab membentuk Koalisi Umat. Koalisi untuk kepentingan politik itu akan diisi oleh Partai Gerindra, PAN, PKS, dan PBB.

Menanggapi embel-embel umat yang disematkan pada koalisi untuk kepentingan pemilu, Arsul sedikit menyindir. Menurutnya, untuk memperjuangkan kepentingan umat, tidak perlu harus membentuk koalisi. “Pandangan PPP memperjuangkan kepentingan umat tidak selalu harus melalui koalisi keumatan,” ujar Arsul di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (5/6).

Menurut Anggota Komisi III DPR ini, untuk memperjuangkan umat Islam bisa melalui apa saja. Bukan melalui koalisi yang dinamakan umat Islam. “Yang paling penting memperjuangkan agenda atau program keumatan,” katanya.

Arsul juga tidak mempermasalahkan koalisi itu dinamakan umat Islam. Namun, Arsul meminta masyarakat untuk cerdas mencermati apakah koalisi tersebut betul-betul memperjuangkan aspirasi umat. Pembuktiannya pun sangat mudah, kata Arsul, misalnya dari pembahasan RUU Miras. Apakah partai-partai tersebut mendukung RUU Miras atau tidak. “Jadi kita harapkan masyarakat cerdik, tidak hanya terbuai dengan istilah nama,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengatakan, Rizieq Shihab meminta agar terbentuk koalisi keumatan antara Gerindra, PKS, PAN, dan PBB. Hal itu dia katakan setelah Rizieq bertemu dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan politikus senior PAN Amien Rais di Makkah, Arab Saudi.