PPP dan PKS Berpeluang Koalisi Dukung Abdul Hadi

Muzihir (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Sejumlah partai politik (parpol) sudah memunculkan kadernya untuk diusung di Pilkada Lombok Timur (Lotim) 2024. Namun berbeda dengan PPP yang malah berpotensi mendukung nonkader, mengingat belum ada kader internal yang siap maju.

Misalnya saja kader senior TGH Hazmi Hamzar. Ia sudah didorong maju, tetapi Anggota DPRD NTB Dapil Lotim itu menyatakan tidak berminat maju. “Jadi kita berpotensi dukung kandidat dari luar,” ujar Ketua DPW PPP NTB Muzihir, Selasa kemarin (30/11).

BACA JUGA :  Terpilihnya Humaidi sebagai Bentuk Kompromi Golkar dan Bodak

Adapun nonkader yang sejauh ini cukup aktif berkomunikasi dengan PPP adalah Wakil Ketua DPRD NTB Abdul Hadi, dari PKS. Dan sangat mungkin nantinya PPP berkoalisi dengan PKS.

Menurut Muzihir, peluang koalisi PPP-PKS cukup terbuka lebar. Jika mengacu hasil Pileg 2019, koalisi dua parpol itu sudah memenuhi persyaratan mengusung pasangan calon (paslon) di Pilkada Lotim dari persyaratan minimal 10 kursi. Dalam hal ini PPP dan PKS sama-sama mengoleksi lima kursi. Hanya saja, yang nantinya menjadi acuan Pilkada 2024 bukan hasil Pileg 2019, melainkan hasil Pileg 2024.

BACA JUGA :  PAN Dukung Zulkieflimansyah di Pikada NTB 2024

Sementara itu, Ketua DPW PKS NTB Yek Agil mengungkapkan, pihaknya sangat terbuka berkoalisi dengan parpol manapun di Pilkada Lotim. Namun finalnya nanti setelah ada hasil Pileg 2024. “Kalau sudah kita ketahui hasil pileg 2024, baru kita putuskan arah koalisi,” pungkasnya. (yan)