PPP Buka Pendaftaran untuk Pilkada

BUKA PENDAFTARAN : DPW PPP NTB saat rapat internal tentang pembukaan pendaftaran pilkada, Sabtu lalu (7/1) (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Memasuki tahun 2017, semua partai bersiap-siap  menyambut pelaksanaan pilkada  serentak 2018 mendatang.

Setelah DPW PAN NTB membuka pendaftaran, kini giliran PPP NTB yang memberikan kesempatan bagi para politisi untuk diusung di pilkada.

Sekretaris DPW PPP NTB, Muhammad Akri menyampaikan, partai berlambang Ka'bah mengundang putra dan putri daerah yang berniat untuk maju pada pilkada NTB, pilkada Lombok Barat, Lombok Timur dan Kota Bima untuk mendaftar. "Silahkan yang mau pakai PPP jadi kendaraannya, bisa daftar. Kita akan buka pendaftaran bulan ini," ucapnya saat menggelar jumpa pers di kantor DPW PPP NTB, Sabtu lalu (7/1).

Lebih lanjut disampaikan, pembukaan pendaftaran kandidat yang akan maju lewat PPP, akan dimulai pada tanggal 28 Januari. Tanggal tersebut bertepatan dengan perayaan Hari Lahir (Harlah) PPP yang ke-44.  Untuk membuktikan keseriusan PPP, dalam acara Harlah sekaligus pembukaan pendaftaran tersebut, akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum PPP Romahurmuziy. "Acara ini akan dihadiri oleh ribuan kader PPP, Ketum PPP juga akan lansung membuka pendaftaran," katanya.

Bersamaan dengan Harlah PPP itu, juga akan dirangkaikan dengan pelantikan pengurus DPW dan juga seluruh DPC seluruh kabupaten/kota di NTB. Bagi kandidat yang hadir bisa mendaftar lansung dalam acara tersebut.

[postingan number=3 tag=”pilkada”]

Selain akan dihadiri oleh sekitar seribu  undangan. Sejumlah parpol juga akan ikut dindang, yang rencanya sekaligus sebagai upaya penjajakan untuk membangun koalisi. Hal itu dinilai sangat penting, mengingat jumlah kursi PPP yang hanya enam kursi untuk pilkada NTB, maka untuk dapat mengusung calon, PPP harus berkoalisi dengan partai lain.

Untuk pilkada NTB, PPP sendiri telah mengusung nama Nurdin Ranggabarani sebagai kader yang siap bertarung. Namun apabila Nurdin elektabilitasnya kurang, maka PPP mengikhlaskan kader partai lain untuk diusung. "Kita sebenarnya siap rebut NTB satu, tapi kan dalam politik harus realistis. Kalau nantinya di koalisi ada yang lebih kuat, tidak apa-apa kader kita tidak maju," ujarnya.

Ditegaskan lagi, meskipun PPP mengajukan kadernya, bukan berarti peluang kandidat lain yang mendaftar lewat PPP akan tertutup. Semua ditentukan oleh mitra koalisi dan juga tingkat elektabilitas calon. Proses pemutusan calon akan berlangsung dinamis dan cair serta tidak kaku. Sehingga jikapun PPP memprioritaskan kadernya untuk diusung, bukan berarti itu adalah sebuah harga mati.

Sejauh ini, PPP telah menjalin komunikasi cukup intens dengan parpol yang akan menjadi mitra koalisi. Termasuk dengan para kandidat yang namanya santer terdengar seperti Najmul Akhyar, Ahyar Abduh, Ali BD, Suhaili dan lain sebagainya. "Begitu juga untuk pilkada di kabupaten/kota, kita punya kader kok yang akan kita usung. Tapi semua tergantung dari peluang, kalau orang luar yang lebih berpeluang menang, tentu kita akan dukung orang itu. Silahkan saja dafrar dulu," tandasnya.

Wakil Ketua PPP NTB, Nurdin Ranggabarani mengaku siap untuk ikut mendaftar. Namun, jika nantinya dirinya tidak terpilih, bukan menjadi masalah. "Kalau saya sih terserah partai saja lah, kan banyak jalan untuk mengabdi," jawabnya. (zwr)