PPP Bantu Korban Banjir Bima

SALURKAN BANTUAN : Ketua DPW PPP NTB, Hj Wartiah bersama jajaran menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Kota Bima, Senin lalu (26/12). (PPP FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengerahkan seluruh kemampuan yang ada, untuk membantu ratusan ribu korban banjir di Kota Bima dan Kabupaten Bima.

Bantuan tersebut bahkan akan terus disalurkan sampai satu bulan kedepan, untuk membantu pemulihan paska bencana. Ketua DPW PPP NTB, Hj Wartiah mengintruksikan kepada seluruh kader, simpatisan dan anggota DPRD NTB serta kabupaten/kota se-NTB untuk berkontribusi membantu korban banjir. “DPP PPP dan anggota DPR-RI juga memberikan bantuan, makanya semua kader kita minta untuk kawal korban banjir sampai sebulan,” ucapnya memberikan keterangan, Selasa kemarin (27/12).PPP sendiri telah membentuk beberapa tim yang bertugas menyalurkan bantuan. Sejauh ini, telah ada dua tim yang turun membawa bantuan ke lokasi banjir. Bantuan tersebut ebrupa Sembilan Bahan Pokok (Sembako), pakaian, sarung, perlengkapan salat dan lain sebagainya. Dikatakan, PPP sendiri memberikan bantuan langsung ke korban banjir. Kebutuhan ibu-ibu, anak-anak dan Lansia menjadi perhatian utama. “Yang mereka butuhkan saat ini makanan dan kebutuhan dasar lainnya, jangan sampai ada satu orang pun yang kelaparan,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen bahwa PPP benar-benar bersama rakyat, momentum tahun baru 2017 juga akan dipusatkan di lokasi banjir. “Bersama rakyat PPP kuat, kami akan rayakan tahun baru di kota Bima. Bersama para korban, harus ada yang tetap menghibur mereka disana. Kalau dianggap ini politis, kami tidak peduli. Yang jelas kami tidak ingin rakyat merasa sendiri menghadapi bencana ini,” tegasnya.

Wakil Ketua DPW PPP Provinsi NTB, Nurdin Ranggabarani yang juga turun ke lokasi bersama Wartiah dan jajaran pengurus lainnya, benar-benar melihat sendiri kota Bima telah hancur. Padahal, kemajuan pembangunan kota Bima saat ini telah membutuhkan waktu berpuluh tahun.

Pembangunan yang telah banyak menghabiskan uang rakyat itu, kini telah hancur dalam sekejap. Berbagai fasilitas pemerintah maupun swasta rusak berat. “Bayangkan bagaimana perasaan pejabat kota Bima sampai rakyat jelata, pembangunan kota Bima hancur hanya dalam waktu dua hari,” kata Nurdin.

Diungkapkan Nurdin, korban banjir harus menunggu berjam-jam untuk bisa mendapatkan bantuan. Antrian panjang itu memang disebabkan banyaknya korban yang harus diberikan bantuan. “Tapi kan sangat kasian sekali, masa hanya sekedar beras 5 kilo atau mie instan 2 dus mereka ngantri berjam-jam. Disinilah kami ingin berperan, membawa lansung bantuan ke korban,” ucapnya.

PPP sendiri belum bisa menghitung total bantuan yang sudah diserahkan. Mengingat bantuan terus terkumpul dari kader, masyarakat dan donator yang peduli korban banjir. “Sudah 2 tim yang bawa bantuan, tim ketiga nanti pada tahun baru itu. Terus akan tetap berlanjut ke tim 4, nanti bantuannya juga beragam sesuai kebutuhan di lapangan,” tutupnya. (zwr/*)

BACA JUGA :  Terduga Teroris Bima Ditangani Mabes Polri