PPKM Turun Level Okupansi Hotel Mataram Meningkat

HOTEL: PPKM turun level, okupansi hotel di Kota Mataram mulai meningkat. (DEVI HANDAYANI / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Penurunan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Mataram dari Level 4 menjadi level 3 memberikan angin segar bagi industri pariwisata, khususnya perhotelan. Karena penurunan level tersebut tingkat hunian kamar hotel di Kota Mataram mengalami kenaikan mencapai 50 persen.

Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) Yono Sulistyo mengakui, jika terjadi kenaikan tingkat hunian kamar setelah penurunan level PPKM. Sebelumnya, tamu yang akan menginap di hotel berdasarkan surat edaran Wali Kota Mataram dengan syarat sudah harus divaksin dosis pertama dan hasil PCR negativ. Sejak penurunan level PPKM ini, pihaknya sudah berdiskusi dengan Dinas Pariwisata Kota Mataram apakah ada kelonggaran kebijakan baru dari Pemkot Mataram.

“Sudah menghubungi kami dan syarat menginap di hotel sudah agak gampang. Sekarang rapid antigen dan vaksin, cukup membantu juga memang trendnya naik,” kata Yono Sulistyo.

BACA JUGA :  Butuh Rp 12 Miliar untuk Food Estate Sumbawa

Yono mengaku sekarang ini tingkat hunian kamar trendnya mengalami kenaikan, jika dibandingkan dengan diberlakukan PPKM Level 4. Pada posisi Juni 2021 sebelum adanya PPKM tingkat hunian kamar rata-rata diangka 60 persen. Setelah itu di Juli 2021 ketika PPKM Level 4 ditetapkan anjlok menjadi 40-35 persen.

“Tetapi di Agustus ini rata-rata 50 persen, belum mencapai 60-70 persen, cuma ada peningkatan,” ujarnya.

Posisi okupansi di 50 persen tingkat hunian kamar untuk perhotelan sudah mencatatkan keuntungan. Sedangkan jika posisinya di 40 persen tidak ada sama sekali, hanya mampu membayar upah karyawan dan operasional. Meski demikian tidak merugikan sekali bagi hotel.

“Tamu domestik sudah ada, tapi yang bule belum ada. Yang domestik itu ada dari kota-kota besar, seperti Surabaya, Jakarta hanya menginap untuk kunjungan bisnis dan pemerintahan,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi menerangkan, ada beberapa hotel yang disurvey tingkat hunian kamarnya mengalami kenaikan. Sebelumnya dari 10-15 persen naik menjadi 40 persen dari 3 hotel berbintang yang dicek.

BACA JUGA :  Peternak Lokal Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Telur

“Hotel melati belum, dari beberapa hotel yang kita survei segitu okupansinya. Mungki ini dampak dari PPKM yang turun level ini, sehingga PCR tidak lagi dan kegiatan-kegiatan di hotel sudah mulai lagi,” katanya.

Tamu-tamu yang datang menginap ini masih didominasi oleh lokal sedangkan untuk domestik ada hanya saja kecil peresentasenya. Untuk mendorong tingkat hunian kamar semakin membaik, yakni kerjasama dengan rumah sakit untuk menjamin kesehatan wisatawan.

“Jadi kita buat bahan promosi, kami menjamin kesehatan dari wisatawan yang datang ke Mataram dengan bekerja sama dengan rumah sakit. Jadi siapapun yang sakit di hotel itu kami jemput,” tandasnya. (dev)