PPKM Diterapkan, Pasien Positif Covid-19 di Lotim Bertambah

PENYEKATAN: Petugas gabungan melakukan penyekatan di sejumlah pintu masuk di Lotim kemarin dalam rangka pelaksanaan PPKM Darurat imbangan. (M. GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG — Pemberlakukan PembatasanKegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat imbangan di Lombok Timur tidak menyebabkan angka kasus Covid-19 menurun. Sebaliknya, angka mengalami peningkatan. PPKM darurat imbangan di Lombok Timur mulai diberlakukan sejak 14 Juli. Hal itu sebagai upaya membatasi mobilitas masyarakattermasuk juga bagian untuk mencegah masuknya virus varian baru. Sebelum PPKM Darurat diberlakukan warga Lotim yang terpapar Covid-19 tinggal 17 kasus. Namun sekarang melonjak tiga kali lipat. Berdasarkan data per 18 Juli angka kasus terkonfirmasi positif meningkat menjadi 55 kasus. Hal ini tentu menjadi bahan evaluasi Satgas.

BACA JUGA :  48 Toko di Eks Pertokoan Pancor Dirobohkan

Kepala Dinas Kesehatan Lotim, Dr. Pathurrahman, ketika dikonfirmasi juga tak menampik terkait terjadinya peningkatan kasus sejak PPKM Darurat imbangan diterapkan. Terjadinya peningkatan kasus ini tentu akan menjadi bahan evaluasi mereka terkait PPKM Darurat imbangan untuk waktu berikutnya. Hal ini tentu harus menjadi atensi semua pihak. Dalam arti semangat mencegah penyebaran Covid-19 ini jangan sampai kendor. Yang utama adalah masyarakat terus diberikan edukasi dan sosialisasi supaya tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes ).

BACA JUGA :  DPMPTSP Lotim Masuk Tiga Besar PTSP Award

Apakah PPKM akan diperpanjang lagi? Ia menjawab untuk sementara ini masih belum ditentukan. ”Untuk perpanjangan PPKM Darurat imbangan nanti kita akan sesuaikan dengan hasil evaluasi,” tutupnya. Sekda Lotim, HM. Juaini Taofik, sebelumnya mengatakan, PPKM imbangan ini merupakan upaya mengurangi aktivitas di luar rumah termasuk juga supaya untuk sementara ini masyarakat menunda berpergian ke luar daerah. Upaya pencegahan juga dilakukan sampai di tingkat hilir. ”Tidak hanya sekedar menyiapkan protokol Covid, tapi juga bagaimana menyiapkan diri menghadapi situasi terburuk,” tutupnya. (lie)