PPDB SMA/SMK di NTB Wajib Online

Ilustrasi PPDB
Ilustrasi PPDB

MATARAM – Penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK 2018 mendatang diwajibkan menggunakan sistem online. Pasalnya, dengan berbasis Online diklaim lebih mudah dan transparan. 

BACA JUGA :  Peminat Perhotelan Meningkat, Siswa Pertanian Munurun

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB H Muhammad Suruji mengatakan, PPDB 2018 mendatang semua SMA/SMK terutama yang berstatus negeri wajib berbasis online. Ini karena sistem online dianggap lebih memudahkan pihak sekolah, pemerintah dan masyarakat.

Selain memudahkan, bebernya, sistem online juga lebih transparan pelaksanaannya. Dengan demikian, tidak ada lagi istilah titipan dan sogok menyogok untuk bisa masuk di sekolah tertentu.

“PPDB mendatang memang kita sudah pastikan setiap sekolah wajib menggunakan pelayanan berbasis online,” katanya, Rabu kemarin (10/1).

Sembari implementasi sistem  online tersebut, pihaknya masih dalam proses persiapan. Pihaknya masih menggodok beberapa operator sekolah untuk membidik aplikasi seperti apa yang harus disediakan.

Disebutnya semua ini masih dalam proses yang serius agar pelayanannya tidak mengecewakan saat hari penyelenggaraan PPDB berlangsung. Dengan demikian, masyarakat secara umum juga merasa puas. 

Adapun kemudahan yang ditawarkan lewat online, jelasnya, para orangtua atau siswa yang akan mendaftar bisa dengan mudah memasukkan berkasnya. Kala mendaftar nanti, mereka tidak perlu dating ke sekolah, tapi cukup lewat rumah atau warnet terdekat.

Senada, Kepala UPT Layanan Dikmen PK-PLK Lobar/Mataram H Abdurrsoyidin R mengungkapkan, apa yang sedang direncanakan ini disebutnya sudah dilaksanakan. Ini dilaksanakan demi memudahkan masyarakat dan siswa yang akan mendaftar.

BACA JUGA :  Seragam Gratis 99 Persen Sudah Dimanfaatkan Siswa

Sistem online disebutnya juga sebagai tuntutan zaman. Dimana sebagian besar masyarakat dunia menyandarkan aktivitasnya dengan berbsis teknologi canggih. 

“Harusnya dari dulu kita terapkan pelayanan online ini, tapi tidak masalah jika tahun ini bisa direalisasikan,” tutupnya. (cr-rie)