PPDB Jalur Zonasi Dipastikan Bebas dari Titipan

MATARAM — Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun Pelajaran 2024/2025 Dinas Dikbud NTB H Lalu Muhammad Hidlir memastikan bahwa pelaksanaan PPDB jenjang SMA negeri tidak ada istilah titipan.

“Kami pastikan 100 persen dalam PPDB jalur zonasi tidak ada siswa baru titipan, karena semuanya bisa dipantau melalui online, kata Lalu Muhammad Hidlir.

Dikatakan Hidlir, dengan sistem yang sudah terbuka seperti ini, tentunya akan sangat menyulitkan para pihak-pihak yang ingin mendaftarkan anaknya di luar jalur-
jalur yang sudah ditetapkan. Apalagi di kemudian hari nantinya jika ditemukan adanya
kecurangan, maka berdasarkan petunjuk teknis (Juknis) yang berlaku, siswa baru tersebut bisa terancam dikeluarkan dari sekolahnya.

“Makanya kami pastikan PPDB jalur zonasi ini tidak ada istilah titipan, semuanya sudah terdekts di sistem, terangnya.

Plt Kepala SMAN 1 Mataram ini juga menuturkan, hal ini pun sudah diatur dalam juknis PPDB. Di mana dalam isinya dijelaskan, sesuai dengan tujuannya, PPDB online ini menjamin penerimaan peserta didik baru berjalan secara objektif, akuntabel, transparan, dan tanpa diskriminasi. Sehingga dapat mendorong peningkatan akses layanan pendidikan di Provinsi NTB.

“Dengan sistem online ini, siapa pun bisa mengontrol. Dan dalam pelaksanaannya, tidak ada diskriminasi. Anak pejabat dengan anak nelayan statusnya sama dalam zonasi,“ sebutnya.

Dalam hal prestasi misalnya, data yang di-input ke system tentulah data yang dapat dipertanggungjawabkan. Contohnya, prestasi calon peserta didik baru itu haruslah
dibuktikan dengan sertifikat. Begitu pula dengan siswa baru jalur miskin, harus memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP), sehingga akan sangat sulit dalam memanipulasi data. Begitpun dengan jalur Zonasi.

Terlebih lagi di NTB untuk pelaksanaan PPDB sudah terbiasa dengan sistem online. Sehingga diyakini masyarakat sudah minim berfikir untuk menitipkan anak-anaknya, karena pasti akan sangat sulit.

“Untuk PPDB jalur zonasi, verifikasi sekolah dilaksanakan pada 1-3 Juli, seleksi by system pada 4-5 Juli. Selanjutnya, pengumuan pada 8 Juli 2024 dan pendaftaran ulang pada 8-10 Juli,” katanya.

Terpisah Kepala SMAN 5 Mataram Siti Nurhani menegaskan bahwa tidak ada calon siswa baru yang bisa dititip, karena mereka bersaing dengan jarak dari rumah ke sekolah.

“Kita pastikan tidak ada istilah titip menitip selama proses PPDB berlangsung. Apalagi semuanya sudah bisa dilihat langsung oleh publik secara online,” terangnya.

Diakui, dengan PPDB online ini masyarakat bisa melihat nilai calon siswa baru yang diterima melalui website. Artinya masyarakat bisa memantau siapa saja yang diterima
tergantung jaraknya dengan sekolah yang dituju.

“Menitipkan calon siswa baru yang jauh dengan jarak sekolah, akan menjadi sangat sulit untuk dilakukan,” tandasnya. (adi)

Komentar Anda