Potensi Zakat belum Digarap Maksimal

Ilustrasi Zakat

MATARAM– Potensi zakat di Kota Mataram selama ini belum digarap secara maksimal. Tahun 2016 zakat yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 4,8 miliar. Belum maksimalnya pengelolaan potensi zakat lantaran masih rendahnya sosialisasi.

Sesuai target Baznas Provinsi NTB, realisasi zakat di Matara harusnya Rp 7 miliar sampai Rp 10 miliar per tahun.

Karena itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H. Effendi Eko Saswito dalam rapat koordinasi pengelolaan zakat bersama Baznas Kota Mataram kemarin meminta semua OPD membantu mendorong kesadaran berzakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) khusus yang beragama Islam. “Penerimaan zakat kita belum maksimal harus ditingkatkan lagi,” ungkap Sekda.

Rakor ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan dan sinergitas program sehingga zakat berhasil dimaksimalkan.

[postingan number=3 tag=”zakat”]

Bukan itu saja lanjut Eko, dirinya berharap OPD Kota Mataram juga dapat menggerakkan ASN untuk tidak hanya mengeluarkan infaq saja seperti yang selama ini telah dilakukan, melainkan benar-benar mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen dari penghasilan kotor mereka sebagai pegawai.

Menurut laporan, masih ada beberapa SKPD yang belum menerapkan aturan pengeluaran zakat.

Rakor yang diikuti segenap perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Kota Mataram ini dalam rangka penyampaian laporan pelaksanaan kegiatan Baznas Kota Mataram tahun 2016 sekaligus  menyosialisasikan sistem pengelolaan zakat.

Dijelaskan Kepala Baznas Kota Mataram H. Mahsar Malacca, Baznas berperan mengelola zakat dalam hal pengumpulan, distribusi dan daya gunanya. Baznas menghimpun zakat, infaq dan sedekah untuk dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan.

Untuk menjalankan peran ini maka dibutuhkan dukungan semua OPD.(ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid