Postingan Makam ‘Tain Acong’ Kembali Bikin Gaduh

MUSYAWARAH: Para tokoh pemuda dan masyarakat sedang musyawarah untuk menyikapi postingan di medsos terkait makam ‘tain basong’ yang diklaim berada di Desa Pengembur, Sabtu malam (5/2). (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYASejumlah tokoh pemuda dan tokoh masyarakat Desa Pengembur Kecamatan Pujut, terkejut dengan beredarnya video yang diunggah akun facebook bernama Bunga Keladi.

Akun facebook yang menggunakan foto profil bunga ini dihiasi tulisan (Riri Natarina). Di atasnya gambar bunga kemudian tulisan miring ke atas bertuliskan Akhwat Salafy Sejati. Tulisan akhir NO Hizbi memposting video yang diunggah pada Jumat (4/2) dengan durasi 3 menit 7 detik. Video ini menampilkan penelusuran makam tain acong yang dianggap berada di Desa Pengembur.

Postingan ini sontak dibanjiri protes. Mulai dari mengirimkan pesan langsung melalui massenger atau diskusi yang memancing amarah masyarakat sekitar di berbagi media sosial lainnya. Pasalnya, dalam postingan tersebut disampaikan bahwa makam tain acong yang selama ini sempat viral dianggap berada di Desa Pengembur. Hal inilah yang membuat warga meradang.

Sebut saja Yusril Ihza Mahendra, tokoh pemuda Desa Pengembur sangat menyangkan postingan yang sudah menyebar luas di berbagai media sosial. Bahkan sejak awal postingannya, Bunga Keladi sudah diingatkan oleh beberapa akun facebook agar tabayyun terlebih dahulu atau mencari kebenaran sesungguhnya. Namun enggan mengikuti dan malah membuat status yang tidak pantas dibaca bagi masyarakat sekitar. “Setalah saya mendengar dan menelusuri kebenaran dari video maupun tokoh pemuda setempat, bahwa video yang diunggah ini akan dibuat untuk membela salah satu yang sudah dinyatakan tersangka dalam kasus ujaran kebencian. Makam yang ditunjukkan dalam video itu bukan makam yang seperti dituduhkan,” ungkap Yusril Ihza Mahendra, Minggu (6/2).

BACA JUGA :  Ribuan Penenun Meriahkan ‘Begawe Nyesek’

Selain di akun facebook namun ini juga diperkuat dengan kembali adanya ceramah beredar di YouTube yang mempertegas keberadaan makam tersebut. Postingan ini seketika memancing reaksi masyarakat Pengembur, khususnya pemuda setempat. “Belum selesai di Lombok Timur sekarang kok mau buat suasana tidak kondusif di Lombok Tengah. Ini golongan ngaku Aswaja tapi mau buat onar di mana-mana. Kita akan laporkan besok bersama teman-teman pemuda dan tokoh masyarakat, biar paham ajarannya dan cara mereka salah,” terangnya.

BACA JUGA :  Ratusan Santri NU Ikuti Gerak Jalan Sehat

Hal yang sama disampaikan salah satu tokoh masyarakat Pengembur, Jayanti Umar, dengan beredarnya video tersebut, keluarga dan masyarakat di Pengembur sangat keberatan terhadap klaim tersebut. Karena sesungguhnya tidak ada makam namanya ‘tain basong’ seperti yang mereka upload di video yang tersebar di facebook. “Mereka telah membuat fitnah, berita bohong dan menimbulkan ujaran kebencian pada masyarakat kami. Oleh karena itu, kami meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera memproses perbuatan para pelaku, pembuat dan penyebar berita bohong tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku. Sebagai bukti laporan kami, kami akan lampirkan video dan akun facebook pelaku,” terangnya. (met)