Positif Covid Klaster Perkantoran dan Liburan Melejit

PASIEN COVID: Warga Kota Mataram yang positif terpapar Covid-19 di Mataram terus bertambah. Itu terjadi dari klaster gabungan, klaster perkantoran dan klaster liburan tahun baru. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Penyebaran virus Covid-19 di Kota Mataram semakin menggila. Warga yang positif terpapar setiap harinya terus bertambah. Mereka yang terpapar ini tidak lagi dari satu klaster saja, melainkan gabungan beberapa klaster yang kian menambah parah penyebaran Covid-19 di Kota Maju, Religius dan Berbudaya ini. Yaitu gabungan klaster liburan tahun baru dan klaster perkantoran sudah menghantui Kota Mataram.

“Sekarang bervariasi sudah kombinasi data yang ada. Sebagian dari klaster perkantoran, dan sebagian lagi klaster kegiatan akhir tahun,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa di Mataram, Minggu kemarin (10/1).

Kegiatan liburan akhir tahun, cukup banyak aktivitas yang berlansung. Aktivitas itu juga menyebabkan kerumunan warga masyarakat. “Itulah yang menyebabkan Covid-19 ini meningkat,” katanya.

Penambahan dan ledakan klaster perkantoran serta tahun bau ini sudah diprediksi oleh dinas kesehatan. Bahwa pertengahan sampai akhir Januari, Kota Mataram menuju penambahan yang cukup signifikan. “Bahkan puncaknya nanti diprediksi sampai akhir Januari. Karena kan menurut teori kedokteran yang disampaikan kepala dinas kesehatan. Dari seseorang kontak dengan penderita dan sampai dia muncul gejalanya. Itu ada masa inkubasinya sampai 10 hari,” ungkapnya.

Menilik jumlah warga yang positif corona terus bertambah, data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram, penambahannya terus melejit dengan jumlah yang banyak. Untuk hari Sabtu (9/1), ada 17 warga Kota Mataram yang terpapar corona. Kemudian di hari Minggu bertambah lagi 24 penambahan positif.

Tapi untuk jumlah ke depannya, gugus tugas menyampaikan tidak bisa memprediksi. “Tidak bisa kita prediksi kalau berapa jumlahnya. Tapi yang jelas ini dampak liburan dan berkerumun di luar rumah. Serta juga klaster perkantoran. Kombinasi ini yang membuat jumlahnya bertambah signifikan,” terangnya.

Untuk kepatuhan protokol kesehatan, disebutnya tidak pernah mengendor. Ditandai dengan gugus tugas yang terus melaksanakan sejumlah kegiatan. Juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. “Tapi kan istilahnya mindset warga masyarakat ini sudah mulai abai dan kendor. Inilah yang tetap kita ingatkan untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. Pola 3 M, yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak itu tetap harus dilaksanakan,” tegasnya.

Tentang program penanganan Covid-19 berbasis lingkungan (PCBL) yang menjadi andalan Kota Mataram. Dulunya diklaim mampu menekan penyebaran covid-19. Saat ini sejumlah pihak mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram untuk diterapkan lagi. “PCBL sedang kita push (dorong) lagi. Kemarin kita itu cukup terbantu dengan program kampung sehat. Ini sudah menjadi bahan evaluasi di gugus tugas,” terangnya.

Sebelumnya di rapat koordinasi Forkopimda Kota Mataram, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr H Usman Hadi mengatakan, tahun lalu puncak penyebaran Covid-19 di Kota Mataram terjadi di bulan Juli. Setelah itu, trend penyebaran covid-19 terus menurun. Sehingga pada bulan Oktober nihil penyebaran covid dan Mataram siap menuju zona hijau.

Di tengah landainya penyebaran covid. Warga masyarakat menjadi abai dan penambahan terus bertambah dari akhir tahun. “Sampai memasuki Januari dan setelahnya itu 60 orang yang terpapar,” katanya.

Usman memprediksi beberapa hari ke depan penambahan Covid-19 akan signifikan. Utamanya setelah libur tahun lalu yang diprediksi sebagai penyumbang terbanyak. “Kami memprediksi setelah liburan itu akan meningkat. Dua minggu trend-nya akan naik. Karena masa inkubasinya itu antara 7 sampai 10 hari. Tapi semoga saja tidak terjadi,” harap Usman. (gal)