Positif Corona, Pelajar NTB Ini Gagal Kibarkan Bendera Merah Putih di Istana

MATARAM – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB, Surya Bahari mengaku yang menjadi duta NTB untuk mengibarkan bendara di Istana Negara pada tanggal 17 Agustus 2021, yakni  Yasser Ramadhani, siswa dari MAN 2 Kota Bima dan Hana Novita Fitri, siswi dari MAN 2 Kota Mataram. Hanya saja khusus untuk Hana setelah dilakukan tes PCR, ternyata malamnya positif Covid-19, sehingga batal ke Istana Merdeka.

“Kita minta ke pusat untuk melakukan PCR ulang . Ternyata hasilnya juga sama,” kata Kepala Dispora NTB H Surya Bahari kepada Radar Lombok, kemarin.

Dikatakannya, setelah itu pihaknya langsung memanggil orang tua Hana dan menjelaskan terkait kondisi tersebut.

“Alhamdulillah, keluarga legowo,” ujarnya.

Menurutnya, sesuai dengan persyaratan pihaknya tidak bisa mengirim yang cadangan. Namun setelah dua hari berkoordinadi dengan pusat diberikan keringanan untuk mengirim yang akan menggantikan Hana.

Baca Juga :  Dinamo Bendungan Bakat Monteh Dicuri, PT Brantas Rugi Rp 300 Juta

“Kita panggil yang menggantikan Hana atas nama Mery Agustina dari SMAN 1 Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat,” katanya.

Setelah pemanggilan tersebut langsung dikarantina sehari setelahnya  langsung dilakukan PCR dan hasilnya negatif. Kedua duta asal NTB sudah berangkat hari Kamis lalu, yakni Yasser Ramahdani dan Mery Agustina yang menggantikan Hana untuk mengikuti latihan di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP PON) Jakarta Timur bersama anggota Paskibraka Nasional lainnya dari seluruh Indonesia. Sedangkan untuk Hana tetap akan mengibarkan bendera di tingkat Provinsi NTB.

“Insyallah, tanggal 13 Agustus 2021 akan dimulai pemantapan dengan prokes sangat ketat,” ucapnya.

Diterangkan, nantinya peserta yang akan mengikuti Paskibraka tingkat Provinsi NTB setelah datang langsung di swab antigen. Setelah negatif baru masuk ke asrama dan itu dilakukan sangat steril termasuk diberlakukan untuk pendamping, pelatih tidak boleh keluyuran sampai pengibaran bendera.

Baca Juga :  32 Siswa Terpilih Masuk Paskibraka

Sebelumnya, Hana Novita Fitri, siswi dari MAN 2 Kota Mataram mengaku kecewa karena tidak bisa mengibarkan bendera di Istana Merdeka.

“Padahal ini adalah mimpi saya untuk mengibarkan bendera di Istana Negara, namun tidak terwujud,” ungkapnya.

Dikatakan Penyebab tidak bisa berangkat karena dinyatakan positif Covid-19 dengan status orang tanpa gejala sehari jelang keberangkatannya ke Jakarta.

Gadis multitalenta ini menceritakan proses  yang dilalui, sehingga bisa lulus sangat panjang dan ketat. Bahkan karena merupakan tugas negara yang mulia, maka ia pun tidak mau setengah-setengah mengikuti seleksi. Hana rajin berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh dan sesekali bermain musik untuk menyegarkan pikiran dari ketegangan selama pelatihan.

“Semuanya pupus, karena tidak bisa ke Istana Negara,” tandasnya. (adi)