Pornas Tidak Mahal

WAWANCARA: Ketua FORMI, Hayono Isman ketika diwawancara awak media dan didampingi Ketua FORMI NTB, Nauvar Furqoni Farinduan (CR-ADI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI), Hayono Isman, Sabtu (27/8) lalu mengatakan, sedikitnya sudah ada lima provinsi yang sudah siap menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Rekreasi Nasional (Pornas). Beberapa diantaranya, yakni Banten, Jawa Barat dan sejumlah daerahnya.

“Terakhir yang menyatakan kesiapannya adalah Provinsi NTB,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) semasa orde baru itu.

Lontaran ini diucapkan kala menyampaikan sambutan dalam kegiatan pelantikan FORMI NTB, di Taman Budaya Mataram.

Awalnya, kata Hayono, nyaris tidak ada daerah yang bersedia menjadi tuan rumah kegiatan Pornas. Seiring perkembangan dan kemajuan organisasi ini, banyak daerah yang mulai berebut.

Respon daerah atas keinginan menjadi tuan rumah, jelasnya, didasari berbagai pertimbangan. Salah satu pertimbanganya, peningkatan pendapatan daerah. Ajang Pornas kerap kali dijadikan sebagai sarana promosi wisata, terutama sport tourism (olahraga wisata).

Pertimbangan lainnya, gawe Pornas tidak mengeluarkan biaya mahal. Untuk gawe skala nasional, daerah hanya cukup mengeluarkan Rp 5-6 miliar. Jumlah ini dianggap tidak ada apa-apanya dengan gawe Pekan Olahraga Nasional (PON) yang biayanya mencapai Rp 5-6 triliun. “Coba bayangkan, dengan pengeluaran yang kecil tapi pemasukan daerah cukup signifikan,” ujarnya.

Untuk bisa menjadi truan rumah, sambungnya, pemerintah daerah tidak perlu khawatir dengan kemungkinan unsur nepotisme. FORMI menunjuk tuan rumah Pornas melalui proses lelang terbuka kepada daerah yang telah menyatakan kesiapannya.

Kepada awak media, ketika ditanya kemungkinan NTB sebagai tuan rumah, Hoyono menegaskan, tidak ada yang tak mungkin. Di tengah geliat pariwisata di daerah “Seribu Masjid” ini dipastikan akan banyak keuntungan yang diraih. Terlebih, NTB dikenal secara spesifik tengah mengembangkan pariwisata halal.

Komoditi pariwisata halal, jelasnya, sangat banyak dijumpai. Salah satunya adalah festival fesyen olahraga renang halal seperti Bourdini. Fesyen olahraga yang cenderung islami ini mendapat tentangan, bahkan larangan di Prancis. “Jika ini kita kembangkan di sini, bisa jadi akan menjadi daya tarik tersendiri,” bebernya.

Kepada awak media, Hayono dengan nada bertanya menyampaikan, kenapa Pornas menarik? Daya pikat kegiatan ini terutama karena olahraga yang ditampilkan berupa atraksi dan tontonan yang menghibur. Model olahraga semacam ini cenderung lebih dekat dengan masyarakat.

Tak hanya itu, ia juga membeberkan terkait keberadaan FORMI secara nasional. Sejauh ini sudah ada 32 provinsi yang sudah membentuk kepengurusan. “Tinggal Kalimantan Barat yang belum terbentuk pengurusnya,” ujarnya.

Di bawah FORMI, jelasnya, sudah banyak cabor yang terbentuk. Diharapkan akan lebih banyak lagi cabor lain yang bisa dibentuk oleh pihaknya.

Meski begitu, ia tidak menampik jika kendala FORMI tidak jauh-jauh dari anggaran. Namun dengan telah dikeluarkannya Keputusan Presiden (Keppres) oleh Presiden Joko Widodo dipastikan persoalan anggaran teratasi.

Hayono menegaskan, pihaknya tidak mau menjadikan persoalan anggaran sebagai alasan berkegiatan. Karena itu, pihaknya membentuk perusahaan yang dihajatkan untuk menghidupi FORMI. “Perusahaan inilah yang nantinya akan bis amenyambung nafas dan denyut organisasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua FORMI NTB, Nauvar Fiurqoni Farinduan mengatakan, pihaknya sangat siap menjadikan NTB selaku tuan rumah. Kesiapan ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB.

“Mumpung ada Pak Wakil Gubernur NTB, HM Amin, kita minta dukungan beliau membantu kita,” ungkapnya.

Usai pelantikan FORMI NTB, pria yang karib dipanggil Farin ini menyampaikan, pihaknya akan menggelar road show (perjalanan) ke sejumlah daerah yang ada di NTB. Lawatannya itu dihajatkan untuk membentuk kepengurusan FORMI di tingkat kabupaten kota.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, HM Amin menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap keberadaan FORMI NTB. Katanya, dengan semakin maraknya olahraga rekreasi akan menjadi alternatif lain dari konsep pengembangan pariwisata. Pengembangan olahraga menuju konsep sport tourism diyakini memberikan kontribusi positif bagi daerah.

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid