Populasi Rusa Timor Terancam Punah

satwa langka
TERANCAM PUNAH : Populasi Rusa Timor terus berkurang, perburuan liar dan kerusakan hutan membuat hewan yang menjadi identitas Provinsi NTB tersebut terancam punah. (ist/)

MATARAM – Rusa Timor merupakan jenis hewan yang menjadi identitas Provinsi NTB namun keberadaannya kini terancam punah.

Menurut Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi NTB Widada, populasi Rusa Timor yang ada saat ini hanya sekitar 900 ekor. “Masyarakat sudah jarang melihat Rusa Timor sekarang, padahal itu hewan yang menjadi ciri khas daerah kita. Jumlahnya memang terus berkurang bahkan hampir punah,” ungkap Widada saat bertemu di Dinas Kehutan Provinsi NTB, Jumat lalu (30/12/2016).

Rusa Timor (Cervus Timorensis) yang ditetapkan menjadi fauna identitas NTB, mempunyai bulu berwarna coklat kemerah-merahan hingga abu-abu kecoklatan dengan bagian bawah perut dan ekor berwarna putih. Pada lambang Provinsi NTB, tertera  gambar Rusa Timor.Pada tahun 1998, jumlah Rusa Timor di NTB mencapai 11 ribu ekor. Jumlahnya terus berkurang dan tercatat tinggal 3 ribu ekor saya pada tahun 2012. “Sekarang malah makin berkurang, mungkin sekitar 900-an ekor yang masih ada,” sebut Widada.

Populasi terbanyak dulunya berada di Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa. Sedangkan di kawasan Gunung Tambora yang meliputi kawasan kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu diperkirakan mencapai 1.500 ekor, kemudian di kecamatan Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat sekitar 1.500 ekor.

[postingan number=3 tag=”wisata”]

Rusa Timor juga bisa ditemukan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak, Kabupaten Lombok Tengah dan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). “Kalau sekarang, di pulau Moyo saja tinggal 150 ekor,” ujarnya.

Keberadaan Rusa Timor di Gunung Tambora juga terus berkurang. Saat ini diperkirakan hanya tersisa sekitar 200 ekor saja. Sementara untuk di TNGR, sampai saat ini tidak diketahui jumlahnya karena belum dilakukan pendataan.

Berkurangnya populasi Rusa Timor tentunya sangat memprihatinkan. Populasinya terus terancam karena masyarakat sendiri tidak peduli terhadap keberlansungan Rusa Timor. “Masalahnya terancam punah karena masyarakat sendiri sering melakukan perburuan liar,” ucapnya.

Bukan itu saja, kerusakan hutan diduga kuat menjadi salah satu penyebab semakin berkurangnya populasi hewan yang menjadi identitas NTB tersebut. Apalagi, hutan di NTB kerusakannya sudah sangat parah. Bahkan separuhnya dalam kondisi kritis.

Untuk mencegah populasi rusa agar tidak punah, BKSDA sebenarnya sejak lama telah mengizinkan masyarakat untuk memelihara Rusa Timor. “Masyarakat yang sudah mendapatkan izin menangkap bisa memelihara Rusa, itu agar tidak punah di alam liar. Kita juga melakukan upaya pengembangbiakan secara alamiah seperti di lokasi Wisata Alam Gunung Tunak agar tidak punah,” terangnya.

Rusa Timor sebenarnya dilindungi Negara berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Namun, faktanya di lapangan masih saja ditemukan masyarakat yang berburu secara liar.

Kepala Balai TNGR, Agus Budi Santoso mengaku akan berupaya juga menjaga kelestarian dan keberlansungan Rusa Timor. Oleh karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pendataan jumlah populasi rusa di TNGR. “Kita akan surviy dan hitung berapa yang saat ini ada di TNGR,” katanya. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid