Ponpes Thohir Yasin Juara I di Ajang FESyar 2020

JUARA LOMBA : Keluarga besar Ponpes Thohir Yasin, Lendang Nangka, Lombok Timur foto bersama. (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pondok Pesantren (Ponpes) Thohir Yasin, Lendang Nangka Lombok Timur berhasil meraih juara I dalam salah satu lomba di gelaran Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2020 untuk Kawasan Timur Indonesia (KTI) dan NTB sebagai tuan rumah dilaksanakan secara virtual. Ponpes Thohir Yasin sukses mengungungguli puluhan peserta lainnya dari sejumlah provinsi di KTI.

Prestasi yang diraih Ponpes Thohir Yasin, Lendang Nangka, Lombok Timur ini mendapat apresiasi dari Kepala Kanwil Kemenag NTB Dr H Zaidi Abdad. Dosen IAIN yang memimpin Kanwil Kemenag NTB ini mengaku bangga dengan torehan prestasi yang diraih ponpes asal NTB di ajang FESyar 2020 yang diikuti sejumlah provinsi di kawasan timur Indonesia tersebut.

“Selamat kepada Ponpes Thohir Yasin. Teruslah berkarya,” ungkap Zaidi Abdad, Selasa (25/8).

Zaidi Abdad mendorong ponpes lainnya di NTB menjadikan prestasi yang ditorehkan Ponpes Thohir Yasin ini menjadi contoh bagi pesantren lainnya di NTB untuk terus berbenah dan lebih kreatif dan inovatif dalam menghadirkan hal-hal baru di dunia pesantren.

“Kami sangat bangga dan memberikan apresiasi kepada Ponpes Thohir Yasin. Semoga ini menjadi contoh bagi pesantren yang lain di NTB,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Madrasah Diniyah Salafiyah Modern (MDSM) Ponpes Thohir Yasin, Ahmad Patoni bersyukur bisa keluar sebagai juara di gelaran FESyar 2020 untuk KTI. Persaingan begitu ketat dan ponpes menujukkan kemampuan terbaiknya diajang tersebut. Pengumuman dimulai dari juara ketiga, yakni Ponpes Sawwatul Ishaq asal Sulawesi Selatan, kedua Ponpes Hidayatullah Balikpapan dan juara pertama adalah Ponpes MDSM Thohir Yasin.

“Kerja keras, kerja ikhlas dan kerja tuntas,  tidak pernah menghianati hasil,” ucapnya.

Menurutnya, persiapan yang dilakukan selama ini sebenarnya bukan untk kepentingan mengikuti lomba. Namun, pengembangan yang dilakukan lebih kepada untuk menopang kebutuhan-kebutuhan pesantren. Untuk digitalisasi, Ponpes Thohir Yasin yang paling utama, dimana semua berbasis digitalisasi, baik pembayaran, pendataan , kurikulum dan administrasi.

“Lewat proses digitalisasi ini, semua pihak bisa akses bagaimana kami mengelola pesantren,” ujarnya.

Ia juga memaparkan bagaimana unit usaha yang dikembangkan di pesantren ini dengan saling topang satu sama lainnya.Di sektor ekonomi, Ponpes Thohir Yasin telah merintis adanya koperasi. Lewat koperasi ini diharapkan perekonomian internal pondok terus tumbuh. Tidak kalah pentingnya, keberadaan koperasi itu juga harus bedampak terhadap pertumbuhan ekonomi warga sekitar.
“Alhmdulillah berkat kerja sama keluarga besar Ponpes Thohir Yasin bisa keluar sebagai juara,” imbuhnya. (adi)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaMabuk Miras, Menantu Tebas Mertua
Berita berikutnyaKorem 162/WB Gelar Olahraga Bersama dan Berikan Bantuan Paket Sembako