Poltrust: NADI Menang Telak di Lima Kecamatan

Direktur Eksekutif Poltrust Consulting and Monitoring M Zainal Abidin memaparkan hasil survei Pilkada KLU 2020. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Paslon Bupati-Wabup Kabupaten Lombok Utara (KLU) Najmul Akhyar-Suardi (NADI) menang telak di lima kecamatan sesuai survei Poltrust Consulting and Monitoring pada 19-27 November 2020.

Paslon nomor urut 2 ini unggul dengan elektabilitas 48,92 persen. Sementara paslon nomor urut 1, Djohan Sjamsu-Danny Karter Febrianto Ridawan (JODA) hanya 37,41 persen. Adapun yang belum menentukan pilihan (swing voters) 13,67 persen dengan margin of error kurang lebih 4,18 persen. “Kemenangan NADI merata di lima kecamatan, namun persaingan ketat terjadi di dua kecamatan dengan JODA,” ungkap Direktur Eksekutif Poltrust Consulting and Monitoring M. Zainal Abidin pada jumpa pers di Lesehan Sasak Narmada, Tanjung, Jumat (4/12) kemarin.

Sesuai survei, untuk Kecamatan Bayan NADI 55,32 persen dan JODA 43,62 persen, yang belum menjawab 1,06 persen. Kecamatan Gangga NADI 52,04 persen dan JODA 44,90 persen, dan yang belum menjawab 3,06 peresen. Kecamatan Kayangan NADI 46,75 persen dan JODA 38,96 persen, yang belum menjawab 14,29 persen. Kecamatan Pemenang NADI 59,02 persen dan JODA 40,98 persen, partisipasi pemilih tinggi. Kecamatan Tanjung NADI 33,33 persen dan JODA 18,39 persen, tidak menjawab 48,28 persen. “Bayan dan Pemenang menjadi persaingan ketat untuk kedua paslon,” paparnya.

Dalam survei, pihaknya membagi ke dalam tiga zona yaitu zona utara, zona tengah, dan zona selatan. Pada zona utara NADI unggul 51,45 persen dan JODA 41,52 persen, zona tengah NADI 43,24 persen dan JODA 32,43 persen, zona selatan NADI 59,02 persen dan JODA 40,98 persen.

Kemudian jika diukur dari jenis kelamin, laki-laki memilih NADI 47,80 persen dan JODA 40,00 persen, perempuan memilih NADI 50 persen dan JODA 34,91 persen. Kemudian, diukur dari sisi usia, usia 18-20 memilih NADI 47,73 persen dan JODA 42,05 persen, usia 21-29 memilih NADI 51,30 persen dan JODA 35,65 persen, usia 30-49 memilih NADI 50,00 persen dan JODA 34,75 persen, usia 50 ke atas memilih NADI 45,83 persen dan JODA 38,54 persen.

Dari sisi pendidikan, tamat SD memilih NADI 35,87 persen dan JODA 34,78 persen, tamat SMP memilih NADI 48,48 persen dan JODA 45,45 persen, tamat SMA memilih NADI 51,24 persen dan JODA 38,31 persen, tamat Perguruan Tinggi memilih NADI 90 persen dan JODA 10 persen, tidak sekolah memilih NADI 56,25 persen dan JODA 33,33 persen.

Dari sisi kekuatan organisasi, kader NU yang ke NADI 58,33 persen dan JODA 37,50 persen, kader NW Pancor ke NADI 76,47 persen dan JODA 20,59 persen. Kemudian NW Anjani ke NADI 66,67 persen dan JODA nol persen, pemilihnya masih mengambang 33,33 persen.

Ada tujuh item menjadi pengukuran yaitu elektabilitas calon bupati, hasil debat tahap pertama, pemetaaan wilayah sebaran politik uang, elektabilitas calon wakil bupati, preferensi pemilih dan faktor penentu pilihan, potensi partisipasi pilkada dan kemantapan pilkada, pemetaan lebih mendalam tentang kekuatan kandidat dan lawan.

Survei ini menggunakan metode penelitan stratified multistage random sampling dengan 550 responden. Metode ini digunakan sejak Pileg 2014 sampai Pilkada 2018. “Jika mengacu ke track record kami, hasil survei yang saya paparkan tidak akan jauh berbeda hasilnya pada 9 Desember mendatang. Seperti survei kemenangan dilakukan pada Zul-Rohmi, yang tidak ada menyangka bisa menang,” tegasnya. (flo/*)