Polres Loteng Juara I Lomba KTL

PENGUMUMAN PEMENANG: Suasana pengumuman pemenang lomba KTL di Ditlantas Polda NTB, kemarin (22/2) (ALI MA’SHUM/RADAR LOMBOK)

MATARAM-Satlantas Polres Lombok Tengah terpilih sebagai juara pertama dalam lomba Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) yang digelar oleh Ditlantas Polda NTB.

Peringkat kedua diraih oleh Satlantas Polres Lombok Timur dan disusul oleh Satlantas Polres Bima Kota sebagai peringkat ketiga. ‘’Dari hasil penilaian yang dilakukan oleh tim independen. Juara KTL diraih oleh Satlantas Polres Lombok Tengah,’’ ujar Dirlantas Polda NTB Kombes Pol Budi Indra Dermawan saat pengumuman pemenang lomba KTL di Ditlantas Polda NTB, kemarin (22/2).

Penilaian dilakukan dari bulan November sampai dengan Desember 2016 oleh tim independen. Penilaian ini dilakukan dari daerah Bima sampai Mataram. Tim penilai independen ini antara lain pakar transportasi I Wayan Suteja, pengamat transportasi H Rudi Razak, tokoh agama Ustad Muharrar Iqbal. ‘’Penilaian ini dari ujung Bima sampai Mataram oleh tim independen. Nantinya ketiga pemenang ini akan mewakili NTB dalam lomba KTL tingkat nasional,’’ katanya.

[postingan number=3 tag=”ktl”]

Indra mengatakan, setelah pengumuman ini akan menertibkan kembali KTL yang ada. Ia berharap akan ada dampak yang ditimbulkan setelah pengumuman pemenang tersebut. ‘’Kita berharap KTL akan dihidupkan kembali. Kalau KTL-nya tidak berfungsi akan diaktifkan kembali. Karena ini akan dirasakan oleh masyarakat,’’ ungkapnya.

Pakar transportasi I Wayan Suteja mengatakan ada beberapa aspek yang dinilai. Salah satunya adalah aspek administratif terkait dengan apakah sudah ada rencana penetapan KTL yang dibuktikan dengan adanya Surat Keputusan (SKEP) bupati atau walikota setempat.

Secara keseluruhan disebutnya sangat miris. Karena KTL yang ditemukan di lapangan ternyata menjadi tanggung jawab mandiri dari kepolisian. Seharusnya kata dia, berdasarkan organisasi. KTL adalah lintas teknis yang diketuai oleh bupati atau walikota selaku ketua musyawarah pimpinan daerah (muspida). ‘’Jadi KTL ini sebetulnya bukan hanya tanggung jawab dari kepolisian semata,’’ katanya.

Mengenai penetapan Satlantas Polres Loteng sebagai pemenang lomba. Salah satu faktornya adalah Polres Loteng dinilai berhasil berinovasi dengan menggunakan CCTV sebagai pusat pengendali KTL. Sehingga dari penilaian, hasil akhirnya menyatakan Polres Loteng dinyatakan terbaik di antara peserta lomba. ‘’Inovasi yang dilakukan Polres Loteng dengan menggunakan CCTV sangat berhasil. Itu nilai plusnya,’’ sebutnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Loteng AKP Pratiwi Noviani berharap, dengan terpilihnya Polres Loteng sebagai pemenang lomba kedepan agar KTL bisa bertambah di Lombok Tengah. Selebihnya, pihaknya akan mempersiapkan diri untuk mengikuti KTL tingkat nasional. ‘’Kita akan mengupayakan agar KTL ini bertambah. Sekarang yang masih satu kilometer akan diusahakan menjadi dua kilometer,’’ ungkap polisi berhijab ini. (gal)

BACA JUGA :  Pengiriman Dua CTKI Tujuan Dubai Digagalkan