Polres Lombok Utara Tetapkan Tersangka Kasus Sumur Bor

AKBP I Wayan Sudarmanta (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan sumur bor bertenaga surya tahun 2016 memasuki babak baru. Sat Reskrim Polres Lombok Utara sudah menetapkan tersangka. “Benar. itu ada enam atau tujuh tersangka yang akan maju,” ungkap Kapolres Lombok Utara, AKBP I Wayan Sudarmanta, Senin (2/1).

Siapa saja tersangka dan perannya, Sudarmanta belum bisa membeberkan detail. Namun yang jelas mereka yang menjadi tersangka adalah orang-orang yang pernah diperiksa sebelumnya saat penyelidikan hingga penyidikan.

Untuk diketahui, beberapa saksi yang pernah diperiksa yaitu pelaksana, pengawas, penerima manfaat, kemudian ada dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) dan sebagainya. Dalam waktu dekat ini, penyidik bakal mengagendakan pemeriksaan kembali terhadap saksi-saksi guna pendalaman barang bukti. Begitu juga bagi para tersangka. “Mereka akan kita periksa sebagai tersangka dalam waktu dekat ini,” ucapnya.

Baca Juga :  Bupati Lombok Utara Tetap Izinkan Ritel Modern meski Pro Kontra

Mengingat banyaknya tersangka dalam kasus ini maka pihaknya memfokuskan untuk menangani pada 2023. Alasannya karena keterbatasan penyidik di bidang tidak pindak korupsi. “Target kita minimal 2 kasus korupsi. Tetapi karena kita kekurangan tenaga penyidik maka kita fokuskan untuk menuntaskan kasus sumur bor ini dulu,” ujarnya.

Baca Juga :  Rencana One Gate System, Pemkab KLU Diingatkan Hati-hati

Sebagai informasi, kasus ini ditangani Polres Lombok Utara sejak 2017. Saat itu Polres Lombok Utara menindaklanjuti apa yang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Proyek sumur bor ini dikerjakan pada 2016 di tiga titik di Kecamatan Pemenang dan Tanjung. Pengerjaannya diduga terjadi penyimpangan sehingga merugikan keuangan negara sekitar Rp 455 juta sesuai temuan BPK. (der)

Komentar Anda