POLRAM: Elektabilitas HARUM Tertinggi

JUMPA PERS: Lembaga POLRAM merilis hasil survei Pilkada Kota Mataram 2020. (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Lembaga Politik, Riset, dan Marketing (POLRAM) menggelar survei elektabilitas Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota-Wakil Wali Kota Mataram.

Pada survei yang dilakukan 31 Oktober-2 November itu, elektabilitas paslon nomor urut 1, Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (HARUM) unggul dengan 34,8 persen. Kemudian dibayang-bayangi paslon nomor urut 3 Lalu Makmur Said-Badruttamam Ahda (MUDA) 11,0 persen, paslon nomor urut 2 Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (SALAM) 10,0 persen, dan paslon nomor urut 4, Baihaqi-Baiq Diyah Ratu Ganefi (BARU) 3,6 persen. Untuk swing voter atau masyarakat yang belum menentukan pilihan mencapai 40,6 persen.

Peneliti POLRAM Dr. Taqiuddin mengatakan, kemenangan paslon sangat ditentukan oleh dukungan swing voter. Para swing voter ini akan menentukan pilihan di menit-menit akhir. Tinggal bagaimana kepiawaian paslon, tim pemenangan, dan relawan untuk meyakinkan swing voter agar mendukung paslon.

Untuk itu, pada sisa satu bulan masa kampanye, semua paslon dan tim pemenangan harus bekerja lebih giat dan efektif lagi untuk meyakinkan pemilih terutama swing voter tersebut. “Arah dukungan swing voter ini bisa jadi penentu kemenangan paslon,” ucap Dosen Universitas Mataram ini saat jumpa pers di Cafe Jakamandala Pemuda, Mataram, Rabu (4/11) kemarin.

Lebih lanjut terkait hasil survei tersebut, tampak tingkat elektabilitas fluktuatif atau berpotensi berubah sangat besar. Ada beberapa pertimbangan yang cukup signifikan dari masyarakat pemilih untuk mengubah dukungan. Di antaranya, ketertarikan program yang ditawarkan, sederhana dan merakyat, kepribadian, dan lainnya.

Dari hasil survei itu, tingkat pengetahuan masyarakat terhadap visi misi dan program paslon 65,94 persen, tidak tahu sebanyak 27,33 persen dan tidak memberikan jawaban 6,72 persen. Dengan kondisi itu sosialisasi paslon dan visi misi sudah tersampaikan dengan baik kepada masyarakat pemilih, baik dilakukan oleh masing-masing paslon dan penyelenggara pemilu yakni KPU dan Bawaslu. “Tapi ini masif fluktuatif,” terangnya.

Atas kondisi itu, semua kandidat berpeluang bisa memenangkan kontestasi di pilkada. Peneliti lainnya, Dr. Rosiadi Sayuti menambahkan, survei ini tidak bermaksud untuk menguntungkan paslon. Pihaknya bisa mempertanggungjawabkan secara ilmiah hasil survei ini. “Meski kita ada sponsor, tetap kaidah ilmiah bisa kami pertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Seperti diketahui survei ini diikuti 500 responden yang tersebar di seluruh kelurahan di Kota Mataram. Margin error-nya 4 persen. Metode survei yakni tatap muka atau wawancara langsung. Kendali mutu survei; pewawancara lapangan adalah enumerator berpengalaman pada sejumlah pelaksanaan survei dan mendapatkan pelatihan sebelum turun lapangan. (yan)