Polisi Usut Penyerangan Ponpes Assunah dan Ceramah Ustadz Mizan Qudsiah

OLAH TKP : Tim Inafis Polda NTB dan Polres Lombok Timur saat menggelar olah TKP terkait dengan aksi penyerangan dan perusakan di Ponpes Assunnah Desa Bagik Nyaka Kecamatan Aikmel, kemarin.(M GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG – Kasus perusakan dan penyerangan Ponpes Assunnah Desa Bagik Nyangka Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur dipicu beredarnya video ceramah pengasuh Ponpes Assunnah Ustadz Mizan Qudsiah MA.

Kapolres Lombok Timur, AKBP Herman Suriyono yang dikonfirmasi mengatakan, kasus perusakan dan penyerangan Ponpes Assunnah ini tak lepas setelah beredarnya video ceramah itu. Anggotanya sendiri sedang menyelidiki perkara ini untuk menemukan titik terang persoalannya. “Informasi yang kita dapatkan, gerakan sekelompok orang masyarakat ini jumlahnya sekitar 300 orang,” terang Herman.

Herman menyebutkan beberapa fasilitas yang dirusak, diantaranya satu unit mobil dalam kondisi dibakar, tiga mobil juga kacanya dipecah, termasuk beberapa unit motor dirusak. “Setelah melakukan penyerangan di markas Assunnah, massa juga bergerak ke lokasi pembangunan masjid. Di sana mereka juga melalukan perusakan,” tegas Herman.

BACA JUGA :  Diprotes Mahal, Harga Tiket WorldSBK Diecer 

Herman juga mengaku sedang fokus menyelidiki kasus ini. Termasuk menggali keterangan sejumlah saksi dan mengumpulkan berbagai barang bukti di lapangan. “Yang pasti tim kita sedang melakukan pendalam di lapangan sebagai salah satu upaya untuk mengungkap kasus ini secara terang benderang,” ucapnya.

Herman dalam kesempatan itu mengimbau kepada semua pihak terkait agar tetap tenang dan jangan sampai mudah terprovokasi. ‘’Yang paling penting adalah bagiamana semua pihak bisa menjaga kondusivitas dan Kamtibmas di wilayah Lombok Timur,’’ imbaunya.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto juga mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kamtibmas. Polda sendiri telah menerjunkan sejumlah personel untuk berjaga di markas Assunnah Bagik Nyaka dan lokasi pembangunan masjid Imam Asy-Syafi’i. “Ada beberapa personel yang kita tempatkan di sana,” ujar Artanto.

BACA JUGA :  Desa Tetebatu akan Dinilai Assesor UNWTO

Artanto menyebutkan, pihaknya akan segera melakukan mediasi bersama para pihak guna meluruskan permasalahan ini. “Kami imbau warga tetap tenang dan jangan melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengganggu kondusivitas,” ujarnya.

Terkait adanya potongan video yang mendiskreditkan sejumlah makam leluhur di Lombok, Artanto mengaku, pihaknya sedang mendalami hal itu. “Dalam waktu dekat kami akan mengambil keterangan dari berbagai pihak terkait permasalahan tersebut baik kasus perusakan dan video ujaran kebencian. Percayakan kepada pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus tersebut,” pintanya.
Dijelaskan, sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) dan warga juga telah mendatangi Polda NTB untuk menyampaikan laporan, terkait keberatannya terhadap ujaran dalam video tersebut. “Untuk itu, warga diharap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat mengganggu jalannya proses penegakan hukum yang dilakukan pihak kepolisian,” pungkasnya. (lie/der)