Polisi Usut Penyebar Video Hoax soal Telur Palsu

Ilustrasi Telur Palsu
Ilustrasi

MATARAM – Beberapa hari ini warga Kota Mataram dihebohkan dengan beredarnya info telur plastik lewat media sosial dalam bentuk video. Pemerintah menegaskan itu adalah kabar bohong (hoax). Warga diminta jangan percaya.

Dalam video yang berdurasi 2 menit 5 detik yang beredar, terlihat salah seorang pembeli yang komplain ke pedagang. Dalam percakapan antara pembeli dengan pemilik kios, disebutkan bahwa pedagang tersebut membeli telur tersebut di seputaran pasar ACC Ampenan. Agar tidak meresahkan warga masyarakat, Dinas Perdagangan bersama Dinas Peternakan Provinsi NTB bersama pihak kepolisian sudah turun melakukan pemeriksaan. Hasilnya informasi lokasi yang disebutkan dalam video tersebut tidak benar alias palsu. Karena setelah dilakukan pengecekan ternyata tidak ada. 

” Tidak benar itu sudah dicek di lokasi tidak ada yang ditemukan,” kata Lalu Alwan Basri, Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram kepada Radar Lombok Minggu kemarin (18/2).

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sudah mengeluarkan pernyataan resmi terkait hoax telur plastik ini.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB Aminurrahman menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan investigasi lapangan pada tanggal 16 Februari 2018 ke Toko Alfa yang beralamat di Jalan Seruni Ampenan dan menemukan fakta. Telur ayam yang diunggah dalam video bersumber dan seseorang yang melakukan komplain ke toko tersebut, beberapa kuning telur dan putih telur yang sudah bercampur terbungkus plastik transparan dan disimpan oleh pemilik toko.

Telah dilakukan uji fisik dan organoleptik (menggunakan panca indera) pada telur yang dijual took tersebut, menunjukkan telur dalam keadaan normal, putih telur dan kuning telur terpisah, selaput membran telur baik dan bau khas amis telur. “Kita sudah turun dan hasilnya tidak ada ditemukan,” katanya. Selanjutnya Tanggal 16 Februari 2018 sore (pukul 16.00 Wita) investigasi dilanjutkan ke agen telur ayam UD Cicilia yang beralamat di Gang Aster depan Pasar ACC Ampenan, kemudian dilakukan uji yang sama.”Tidak ditemukan telur ayam yang tidak wajar pada semua bagian telur selaput membran, putih maupun kuning telur,” ujarnya.

Pada Sabtu tanggal 17 Februari 2018 pukul 09.00 dilakukan uji fisik dan organoleptik (menggunakan panca indera) pada telur ayam yang dijual di berbagai wilayah Kota Mataram dan sekitarnya. Hasilnya disimpulkan telur ayam ras yang beredar di Kota Mataram sesuai standar Aman, Sehat, Utuh Halal (ASUH).

Meskipun hasilnya nihil, pihaknya akan tetap berkoordiansi secara intensif untuk meningkatkan kewaspadaan. Selanjutnya akan dilakukan pengawasan tentang pangan asal hewan sekitarnya.

Sementara itu Kepala Pasar ACC, Malwi, mengatakan, telur palsu itu tidak ada di Pasar ACC. Informasi yang diterima dari penjaga keamanan lokasinya ada di luar pasar tempatnya di beberapa toko di sebelah utara pasar.” Kemarin itu sudah digerebek ada tiga toko tapi di luar pasar,” katanya. Atas laporan itu pihaknya memastikan kalau pasar ACC bebas dari keberadaan telur palsu seperti yang beredar dalam video tersebut.

Aparat kepolisian langsung bergeral menyelidiki video ini. Polres Mataram dipastikan akan mengusut penyebar video peredaran telor palsu di Kota Mataram. Pengusutan ini dimaksudkan agar tidak membuat keresahan di tengah masyarakat. ‘’ Iya karena ini ada upaya membuat keresahan di masyarakat,’’ ujar Kapolres Mataram AKBP Muhammad.

Telur Plastik
TELUR : Di kawasan inilah informasi ditemukan ada pengepul telur yang pernah diperiksa oleh petugas kepolisian dan dari dinas terkait. (ZULFAHMY/RADAR LOMBOK)

Polisi sendiri langsung melakukan pengecekan dengan cara membeli satu kre telur ayam ras disalah satu penyuplai telur ayam ras di salah satu penyuplai. ‘’ Sudah dilakukan pengecekan pada hari Jumat (16/2) sekitar pukul 16.00 Wita oleh tim opsnal. Kita sudah beli satu kre telur dipenyuplainya di jalan Aster didepan pasar ACC Ampenan,’’ katanya.

Setelah dilakukan pengecekan, telur tersebut kemudian dibawa ke Polsek Ampenan untuk dipecahkan. Hasilnya, telur ini asli. Petugas juga tidak menemukan indikasi adanya telur palsu. Sedangkan dalam video yang beredar, satu biji telur terdapat dua kuning telur. ‘’ Setelah kita cek dan pastikan, telur itu ternyata memang asli dan tidak sama seperti yang beredar di video,’’ Ungkpanya. Kapolres meminta dan mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati. Dikarenakan, video tersebut diedarkan bertujuan untuk membuat keresahan dimasyarakat. Meskipun hasil pengecekan telur tersebut adalah asli, ia tetap meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. ‘’ Kita minta masyarakat untuk berhati-hati. Karena ada upaya-upaya untuk membuat keresahan dimasyarakat seperti ini,’’ harap Kapolres. (ami/gal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut