Polisi Tangkap Calo Tiket di Pelabuhan Lembar

PROTES : Protes para sopir truk di pelabuhan Lembar karena belum juga diberangkatkan menuju NTT kemarin. (Ist/Radar Lombok)

GIRI MENANG –  Polisi menangkap dua orang calo tiket untuk kapal KM. Egon Lembar – Waingapu  NTT, Selasa (07/9).

Kasi Humas Polres Lobar, IPTU I Gede Gumiarsana, menjelaskan, kasus ini terungkap saat polisi melakukan pengamanan di pelabuhan Lembar. “ Tingginya harga tiket memicu protes sopir truk tujuan Waingapu NTT,” ungkapnya kemarin.

Yang menjadi korban adalah pengguna jasa KM. Egon Jakarta 9032719 dari pelabuhan Lembar menuju Waingapu NTT. “ Sehingga para sopir merasa dirugikan karena ulah beberapa oknum yang mengambil kesempatan, yakni selisih cukup signifikan mencapai lebih dari Rp 1,5 juta,” jelasnya.

BACA JUGA :  Dilaporkan Hilang, Tengkorak Nurkandi Ditemukan

Bila secara online, harga tiket untuk truk sedang (TS) Rp 4.380.000. Oleh calo dijual Rp 5,6 juta. “ Untuk kendaraan kecil,  harga sebenarnya Rp 2.520.799, naik jadi Rp 4 juta,” imbuhnya.

Tidak hanya tingginya harga tiket, kondisi diperparah dengan ditundanya jadwal pemberangkatan kapal.“Jadwal pemberangkatan tidak sesuai dengan tiket yang sudah dibeli. Seharusnya tanggal 10 September 2021, namun diundur menjadi tanggal 19 September 2021,” paparnya.

Untuk menjaga kondusivitas di areal pelabuhan Pelindo III, dua orang yang disebut sebagai agen atau calo tiket diamankan. “Kami mengamankan dua orang, masing-masing berinisial MU dan JH, warga Desa Lembar Selatan,” bebernya.

BACA JUGA :  Terduga Dukun Cabul Akhirnya Diamankan

“Sudah diserahkan ke Satreskrim Polres Lobar untuk diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Sementara itu untuk menyelesaikan protes para sopir terkait dengan jadwal keberangkatan, kepolisian melakukan pengamanan di dermaga Pelabuhan Pelindo III Lembar.“Jadi sedikit kami luruskan, penyelesaian bukan dari kepolsian, dan kami hanya mengamankan, agar tidak terjadi sesuatu hal seperti keributan,” ungkap AKP Dhafid Siddiq, Kabag Ops Polres Lombok Barat. (ami)