Polisi Selidiki Pembakaran Kantor Desa Beleka

ilustrasi kebakaran
ilustrasi kebakaran

GIRI MENANG-Kantor Desa Beleka Kecamatan Kediri Lombok Barat (Lobar) diduga dibakar oleh oknum pada Senin pagi (2/10) sekitar pukul 01.30 WITA. Beruntung hanya gorden dan kabel-kabel komputer yang terbakar. Api bisa padam tanpa merembet ke tempat lain “Mengetahui kejadian ini kita langsung laporkan ke Polsek Gerung. Kedatangan saya hari ini untuk memberikan keterangan tambahan,” ujar Kepala Desa Beleka Junaidi Mas’ud saat ditemui di Polsek Gerung, Rabu kemarin (4/10).

 Diungkapkannya, kuat dugaan pembakaran ini dilakukan dengan sengaja, karena ada temuan kaleng berisi bahan bakar yang diduga solar di dekat lokasi. Selain juga ada saksi yang melihat seseorang keluar dari Kantor Desa Beleke sekitar pukul 01.30 WITA tersebut.

Akan tetapi pihaknya sendiri tidak mau berspekulasi siapa yang melakukan pembakaran, termasuk terkait kasus gugatan hukum lahan kantor desa oleh oknum masyarakat yang kini tengah dilakukan persidangan. “Saya tidak mau berspekulasi, kita serahkan semuanya pada hasil penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian,” jelasnya.

Kapolsek Gerung AKP Zaky Maghfur mengatakan, laporan telah diterima. Pihaknya pun langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. Sejauh ini juga sudah dilakukan pemanggilan saksi-saksi yang mengaku melihat ada oknum yang keluar dari kantor desa tersebut. Ada pun berkaitan dengan persoalan yang dihadapi Pemdes Beleka dalam waktu belakangan ini, tidak menutup kemungkinan akan diselidiki. “Saat ini kita masih melakukan penyelidikan, belum mengetahui siapa. Kita masih mengumpulkan keterangan,” ungkap Zaky.

Menurut saksi mata Hartono, yang ikut melakukan identifikasi di lokasi, gorden dan kabel komputer yang sempat terbakar itu berada dekat dengan jendela. Jendela tersebut rusak. Diduga solar itu disemprotkan dari luar jendela kemudian disulut api. Tetapi beruntung, api bisa padam dengan sendirinya. (zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid