Polisi Selidiki Kasus Keracunan Puluhan Warga

KERACUNAN: Tim Dikes Lobar memeriksa sampel makanan yang menjadi penyebab keracunan puluhan warga Desa Lembah Sempage Kecamatan Narmada. (IST/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Dinas Kesehatan Lombok Barat memeriksa sampel makanan yang dikonsumsi puluhan warga yang keracunan di Desa Lebah Sempage Kecamatan Narmada yang terjadi beberapa hari lalu. Pihak kepolisian juga melakukan penyelidikan.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Baray Arif Suryawirawan menjelaskan tim dari Dinas Kesehatan Lobar datang ke Polresta Mataram untuk memeriksa sampel makanan yang sudah disita polisi. Sampel itu selanjutnya dibawa ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM). “Tadi tim kami sudah ambil sampel untuk dilakukan pemeriksaan, ” katanya Selasa (5/6).

Hasilnya baru bisa diketahui hari ini. Dugaan warga keracunan setelah memakan makanan yang disiapkan oleh panitia acara.” Dugaan sementara karena mie yang ada di nasi, ” ungkapnya.

Baca Juga :  Jumlah Orang Miskin di Lobar Bertambah

Total 70 orang yang keracunan. Untuk saat ini semua korban suda bisa pulang setelah mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan yang ada di Kecamatan Narmada. Semua pasien mengalami keluhan mual, nyeri ulu hati, muntah dan lemas.

Kapolsek Narmada Kompol Kadek Metria menyampaikan keterangan saksi, salah satunya MY (40). Pada pukul 08.00 Wita, Minggu 4 Juni 2023 di pekarangan rumahnya dilaksanakan acara penyuluhan tanaman obat keluarga yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa S1 Farmasi Universitas Qomarul Huda Bagu (UNIQHBA). Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa yang berjumlah sekitar 165 orang dan warga Dusun Lebah Munte yang berjumlah 15 orang. Sekitar pukul 10.00 Wita panitia membagikan nasi bungkus yang berisikan lauk pauk berupa tempe, mie dan ayam suwir serta kue kotak kepada seluruh peserta.

Baca Juga :  Lamban Tangani Aset yang Dikuasai STIE-AMM, Pemkab Lobar Ditegur KPK

Menurut keterangan DH (24), panitia acara, selain warga, mahasiswa juga mengalami keracunan. Nasi bungkus yang disiapkan dan dibagikan tersebut dipesan oleh panitia seksi konsumsi di N di Desa Bagu Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah. Saksi tidak mengetahui kalau makanan tersebut tidak layak konsumsi.(ami/cr-fulo)

Komentar Anda