Polisi Razia Kos-kosan Perempuan Luar Daerah

TES URINE: Satu per satu penghuni kos yang dirazia petugas jalani tes urine, Minggu (6/3).(DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Sat  Resnarkoba Polresta Mataram menggelar razia ke sejumlah kos-kosan perempuan di wilayah Kota Mataram, Minggu (6/3).

Giat ini dipimpin langsung Kasat Resnarkoba Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama dan diikuti puluhan personel Sat Resnarkoba dan juga Sat Sabhara dan Provos Polresta Mataram.

Lokasi pertama yang dirazia yaitu kos-kosan yang ada di Jalan Perkutut, Kelurahan Cakra Barat, Kecamatan Cakranegara. Dari pantauan di lokasi, butuh perjuangan ekstra bagi petugas untuk bisa memeriksa setiap penghuni kos perempuan itu.

Pasalnya saat petugas datang tidak ada satupun yang bersedia membuka pintu gerbang. Petugas pun terpaksa melompati tembok dan  menggedor setiap pintu kamar kos. Di sana didapati ada sebelas orang perempuan berasal dari Jawa Barat yang bekerja di Mataram. Dengan disaksikan kepala lingkungan setempat satu persatu kemudian dites urine. Hasilnya semua negatif.

Selepas itu petugas melanjutkan razia ke kos-kosan di wilayah Jalan Catur Warga, Kelurahan Mataram, Kecamatan Mataram. Lokasi kedua ini cukup unik. Pasalnya kalau dilihat dari luar terlihat seperti bangunan ruko. Ternyata setelah masuk terdapat beberapa kamar kos yang dihuni 18 perempuan dan satu orang laki-laki. Mereka berasal dari Jawa Barat, Jakarta, Palembang hingga Kalimantan.

BACA JUGA :  Hari Ini Mediasi Dua Kampung yang Bentrok Kembali Dilakukan

Sama seperti di lokasi pertama, di tempat ini juga semunya dites urine. Salah satu dari mereka kemudian didapati positif mengonsumsi narkotika. Inisialnya NS (25) warga Banjarmasin, Kalimantan Timur. Setelah diketahui positif mengonsumsi narkotika, ia pun dibawa ke Polresta Mataram guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Lokasi terakhir yang dirazia yaitu kos-kosan yang ada di Jalan Lalu Mesir, Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya. Kos-kosan ini cukup mewah dan terdapat banyak kamar kos. Ada 28 orang yang ditemukan di dalamnya. Mereka semua juga berasal dari luar daerah. Terutama dari  Jawa. Semuanya bekerja di Kota Mataram.

Saat petugas datang sempat terjadi ketegangan antara petugas dengan pengelola kos-kosan. Pasalnya mereka merasa terganggu dengan giat ini. Hanya saja setelah diberikan penjelasan maksud dan tujuan kedatangan petugas, pihak pengelola pun akhirnya melunak. Tes urine kemudian langsung dilakukan. Dari semua yang dites hasilnya semua negatif.

BACA JUGA :  Dana Lingkungan 50 Juta Segera Terealisasi

Kasat Resnarkoba Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama mengatakan bahwa giat ini adalah upaya preventif dalam menekan penyalahgunaan narkotika di Kota Mataram khususnya menjelang gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika. “Ini upaya preventif menekan penyalahgunaan narkotika jelang MotoGP pada 18 sampai 20 Maret mendatang,” ujarnya.

Kegiatan ini kata Yogi bakal berlanjut. Sasarannya bukan hanya kos-kosan tetapi juga warung internet (warnet) hingga tempat hiburan malam. “Lokasi-lokasi ini rawan penyalahgunaan narkotika sehingga kita akan cek nanti,” tutur Yogi.

Terhadap mereka yang didapati positif mengonsumsi narkotika, Yogi mengaku bakal diperiksa lebih lanjut di Polresta Mataram. “Kita akan interogasi terkait barang yang dikonsumsi jenis apa dan didapat dari mana,” tuturnya. (der)