Polisi Panggil PPK dan Kontraktor Proyek yang Ambrol di Senggigi

DIJAGA: Areal proyek penataan Senggigi yang ambrol dijaga oleh pihak kepolisian kemarin. (IST/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Polres Lobar bergerak cepat atas kasus ambrolnya dua titik proyek penataan kawasan wisata Senggigi. Pihak kepolisian menginformasikan sudah memeriksa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan kontraktor proyek tersebut.

Kasat Reskrim Polres Lobar, AKP Dhafid Shiddiq, yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, pemanggilan pihak PPK dilakukan Selasa (16/2) lalu, sementara pihak kontraktor dipanggil pada Rabu (17/2) kemarin.” Sudah kita mintai keterangan PPK-nya dipanggil di hari berbeda,” ungkapnya.

Dhafid menjelaskan, pemanggilan itu sendiri masih berkaitan dengan proses pengerjaan proyek yang ambrol beberapa waktu lalu. Pemanggilan itu pun berdasarkan hasil pengumpulan dokumen terkait proyek yang sudah dilakukan jajarannya.

Hanya saja, ketika dikonfirmasi secara spesifik terkait materi pertanyaan, Kasat Reskrim Polres Lobar itu belum bisa memberikan keterangan secara gamblang. “Intinya terkait dengan proses dan dikaitkan dengan dokumen yang kita terima,” ungkapnya.

Kini, lanjutnya, proses pemeriksaan masih berlanjut untuk mengumpulkan keterangan sejumlah pihak terkait. Sehingga kepastian penyebab ambruknya bangunan itu masih terus ditindaklanjuti. Sementara itu, dua lokasi tebing yang longsor ditetap mendapat pengamanan dari pihak kepolisian. Karena longsor yang cukup parah, dikhawatirkan kondisi tebing yang masih labil dan membahayakan pengguna jalan.

Kapolsek Senggigi, Kompol Bowo Tri Handoko, yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, kegiatan pengamanan itu juga diperkuat dengan melakukan kegiatan patroli.“Untuk memantau dua titik longsor tanjakan Alberto dan tanjakan di atas Hotel Sheraton, serta memantau dalam penerapan Prokes untuk pengguna jalan,” ungkapnya.

Menurutnya, pengamanan diintensifkan pada jam sibuk, terutama ketika hari libur. Termasuk ketika kondisi cuara tidak bersahabat. Tak hanya itu, sistem buka tutup juga diberlakukan dengan membuka jalur pada badan bagian jalan samping tebing bukit. Serta menutup badan jalan jalur yang terdampak longsor. “ Tujuannya memecah kendaraan barang, untuk tidak melintas secara bersamaan pada titik lokasi jalan yang terdampak longsor,” imbuhnya.

Ia menyarankan kendaraan berat memilih jalur alternatif, dan tidak melalui jalur ini. Bila menuju ke Lombok Utara bisa melalui jalur alternatif yakni arah Pusuk atau melalui jalur Sandik. Selain itu, pihaknya juga melarang masyarakat berkerumun di lokasi longsor. Karena kondisi tanah di sekitar lokasi longsor tidak bisa diprediksi. “Tidak hanya membahayakan keselamatan, namun ini sudah melanggar protokol kesehatan dalam hal berkerumun,” pungkasnya. (ami)