Polisi Masih Buru Pelaku Lain Penyunatan Dana Bantuan Masjid

AKBP Saiful Alam
AKBP Saiful Alam (Dery Harjan/Radar Lombok)

MATARAM – Polres Mataram berkomitmen mengusut hingga tuntas kasus penyunatan dana masjid oleh oknum pejabat Kementerian Agama (Kemenag) baik Kemenag Provinsi NTB maupun Kemenag Lombok Barat. Polisi akan terus mengusut siapa-siapa saja di balik pemotongan dana bantuan rehab masjid terdampak gempa ini.

Setelah menetapkan tiga orang tersangka, penyidik unit Tipikor Satreskrim Polres Mataram kini sedang memeriksa beberapa saksi. Kapoles Mataram AKBP Saiful Alam menegaskan pihaknya telah mengagendakan pemeriksan saksi-saksi baik itu saksi dari pihak Kantor Kementerian Agama maupun dari para pengurus masjid yang telah dimintai uang.

BACA JUGA: Kuat Dugaan Semua Masjid Penerima Bantuan Kena Potong

“ Ada enam saksi yang kita periksa baik dari pihak Kementerian Agama maupun pengurus masjid,” jelasnya kemarin.

Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi diketahui bahwa sudah ada tiga belas masjid yang dananya dipotong oleh tersangka. Ketiga masjid tersebut berada di Kecamatan Gunung Sari, Batulayar dan Lingsar.

Terkait adanya hal serupa terjadi di tempat lain, Kapolres mengaku masih mendalami kesaksian para saksi terlebih dahulu. Ia juga tengah melakukan koordinasi dengan beberapa Kapolres yang ada di NTB guna menyelidiki apakah ada atau tidaknya kasus yang sama terjadi.

Mengingat pemerintah telah mengucurkan dana sejumlah Rp 6 miliar untuk 58 masjid se-NTB.

“ Sejauh ini kan baru 13 masjid saja tetapi apakah ada di tempat lain juga kita belum tau. Kita masih melakukan analisa dan evaluasi,” jelasnya.

Selanjutnya terkait adanya kemungkinan tersangka baru, Saiful Alam mengatakan belum bisa memastikannya.

“ Kita lihat saja nanti, saat ini belum,” ucapnya.

BACA JUGA: Sunat Bantuan Masjid, Pegawai Kemenag Lobar Dicokok

Sebelumnya polisi menangkap tiga orang tersanga. Mereka adalah pegawai KUA Gunung Sari, Basuki Rahman, Kasubag TU Kemenag Lombok Barat , Iqbal, dan terakhir Kepala Sub Bagian Organisasi Tata Laksana dan Kepegawaian di Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB, Silmi.

Ketiganya bersama barang bukti kini diamankan di Mapolres Mataram guna diproses lebih lanjut.(cr-der)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid