Polisi Klarifikasi Vendor ATM

Ilustrasi ATM BRI

MATARAM—Satreskrim Polres Mataram terus mendalami penyelidikan kasus bobolnya ratusan rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan modus skimming.

Upaya yang dilakukan masih seputar permintaan klarifikasi pihak terkait. Setelah sebelumnya melakukan klarifikasi terhadap karyawan BRI Cabang Mataram, penyelidikan dilanjutkan dengan meminta klarifikasi kepada pihak ketiga atau vendor yang ditunjuk dan digunakan oleh bank BRI  untuk mengelola mesin ATM yakni PT Swadarma Sarana Informatika (SSI). ‘’ Sekarang (hari ini, red) dari vendor kita mintai klarifikasinya,’’ ujar Kasat Reskrim Polres Mataram AKP Haris Dinzah Jumat kemarin (28/10).

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan terungkap bahwa nasabah yang menjadi korban dalam kasus tersebut ada yang berasal dari daerah Sumbawa. Nasabah ini mengalami kerugian setelah sempat melakukan penarikan di salah satu ATM di Mataram. ‘’ Jadi bukan mesin ATM-nya yang di Sumbawa. Tapi nasabah itu pernah melakukan penarikan di Mataram,’’ katanya.

Sebelumnya, Kapolres Mataram mengatakan ada tiga orang karyawan BRI Cabang Mataram yang dimintai klarifiksasinya yaitu dari supervisor, pelaksana IT dan karyawan. ‘’  Klarifikasi itu ada beberapa contoh alat skimmer yang diperlihatkan kepada kita,’’ bebernya.

 Ada lima lokasi yang diduga digunakan oleh pelaku untuk memasang alat pencuri data (skimmer) yaitu di kafe Mekar Senggigi Lombok Barat (Lobar) SPBU Jalan Gajah Mada Pagesangan Kota Mataram, SPBU Jalan dr Seodjono Lingkar Selatan, MGM swalayan Kota Mataram dan Jessica Home Stay Gili Terawangan Kabupaten Lombok Utara (KLU).  Heri juga memastikan, melihat TKP skimmer tersebut terpasang di beberapa tempat dan lintas kabupaten, kemungkinan kasus tersebut akan dilimpahkan penanganannya ke Ditreskrimsus Polda NTB. ‘’ Jelas kalau melihat dari TKP-nya akan kita limpahkan ke Polda,’’

Polres Mataram juga disebutnya sudah menerima rekaman CCTV dari  BRI yang terindikasi terpasang alat skimmer. Namun, kata dia pihaknya belum memastikan pernyataan pihak bank yang menyatakan rekaman tersebut terhapus setelah dua minggu. Begitu juga dengan pelaku yang disebut-sebut sempat terekam menggunakan helm saat memasang alat skimmer.  ‘’ Yang mendeteksi dan mengamankan CCTV itu kan dariBRI. Jadi agak susah juga mendeteksinya kalau pakai helm,’’ ungkapnya.

Sementara itu kasubdit II Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Darsono Setyo Adjie mengatakan pihaknya akan memback up secara penuh Polres Mataram dalam menangani kasus skimming bank BRI ini. ‘’ nanti kita akan back up. Karena kalau Polres dibawah kita yang menangani tentu akan kita berikan asistensi,’’ katanya.(gal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid