Polisi Gandeng Akademisi Jadi Saksi Ahli Kasus Proyek Ambrol Senggigi

GIRI MENANG – Polres Lombok Barat menggandeng akademisi sebagai saksi ahli untuk membantu kepolisian melakukan penyelidikan terhadap ambrolnya tiga proyek di kawasan Senggigi Kecamatan Batulayar. Sebelumya pihak Polres bersurat ke Fakultas Teknik Universitas Mataram untuk meminta bantuan pemeriksaan konstruksi proyek. Namun Fakultas Teknik Universitas Mataram tidak bersedia dengan alasan bulan ini awal perkuliahan baru dimulai serta alasan kondisi pandemi Covid-19.“ Intinya belum bersedia,” terang Kasat Reskrim Polres Lobar, AKP Dhafid Shiddiq, yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, kemarin (2/3).

Polres Lobar sedang berkoordinasi dengan Universitas Muhammadiyah Mataram dan Universitas Al-Azhar Mataram untuk mendapatkan saksi ahli.  Namun diakui Dhafid, untuk tenaga ahli sudah sanggup. Sayangnya untuk kelengkapan peralatan laboratoriun kedua univesitas itu belum memadai.“ Solusinya bisa pinjam di Unram atau UGM (Univesitas Gajah Mada) karena di Unizar ada beberapa mantan alumni UGM. Kalau jadi dan bersedia lab-nya akan memakai UGM,” jelasnya.

Pihaknya masih menunggu konfirmasi kesanggupan kesediaan dari kedua universitas itu. Baik untuk ahli konstruksi bangunan maupun geologi tanah atau konstruksi tanah. “Hari ini (Kemarin red) kalau ndak salah keputusannya. Tapi terkait lab kedua universitas ini belum memadai,” ungkapnya.

Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Lobar, IPDA M. Baejuli, menambahkan, sejauh ini pemeriksaan terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, penyedia atau kontraktor dan konsultasi, pengawas masih terus dilakukan. Sayangnya untuk tahapan pemeriksaan lanjutan bagi PPK dan penyedia terpaksa tertunda pekan ini karena alasan kondisi kesehatan kedua orang tersebut.”Pemeriksaan agak sedikit terkendala karena dari pihak PPK sedang sakit opname belum bisa dimintai keterangan,” ungkapnya.

Begitu juga dari pihak rekanan atau kontraktor,  harusnya Senin kemarin dipanggil tapi sakit dan ada keterangan dokternya. Menurutnya, dari koordinasi terakhir dengan dekan Universitas Muhammadiyah, pihak universitas akan mengkomunikasikan dengan timnya. Rencananya keputusan dari Universitas Muhammadiyah akan disampaikan hari ini.“Sudah kita hubungi melalui telpon sebelum menjelang siang tapi masih rapat berlangsung dengan tim yang akan dilibatkan,” jelasnya.

Nantinya hasil pemeriksaan tim ahli itu yang menjadi acuan pihaknya menentukan penyebab ambruknya bangunan itu. Apakah murni dugaan karena bencana, kelalaian atau kesalahan rekonstruksi.”Pada intinya kita tidak mempunyai kemampuan untuk pembuktian itu. Yang punya kemampuan itu dari ahli akademisi, apapun hasilnya itulah  hasilnya,” tegasnya.(ami)