Polisi Gagalkan Peredaran 1 Kg Sabu Asal Aceh

PENGUNGKAPAN: Direktur Resnarkoba Polda NTB, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma bersama jajaran menunjukkan barang bukti yang diamankan. (Dery Harjan/Radar Lombok )

MATARAM- Tim Opsnal Direktorat Resnarkoba Polda NTB berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 1 Kg.

Polisi menangkap seorang kurir bernama Afzal Jani (23 tahun) asal Aceh. Direktur Resnarkoba Polda NTB, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma mengatakan, pelaku ditangkap saat dalam perjalanan menuju Lombok Timur pada Selasa sore (8/9) sekitar pukul 17.30 Wita.
” Lokasinya di sekitar Jln Raya Praya – Keruak Kabupaten Lombok Tenggah ,”ungkapnya, Rabu (9/9).

Pelaku kata Helmi, begitu mendarat di Bandara International Syeikh Zainuddin Abdul Majid, kemudian memesan Grab hendak menuju Lombok Timur.
Petugas yang mendapat informasi mengenai adanya seseorang dengan ciri-ciri tertentu membawa narkoba langsung bergerak.
Begitu diketahui ciri-ciri mobil yang dikendarai pelaku, petugas langsung menghentikannya di tengah jalan.
Selanjutnya dilakukan pemeriksaan.Informasi yang diterima petugas pun tak meleset.
Sabu senilai Rp 1 miliar lebih pun berhasil diamankan.

Terkait kemana barang tersebut akan dibawa pelaku, Helmi tidak bersedia membeberkannya dengan alasan masih dilakukan pengembangan.
“Kalau kami sampaikan nanti keburu kabur orangnya,”ungkap Helmi.

Selain barang bukti sabu, petugas juga mengamankan barang bukti lain berupa uang Rp 2.050.000, tas ransel, koper dan juga dompet.
Pelaku bersama barang bukti kemudian dibawa ke Dit Resnarkoba Polda NTB guna proses hukum dan pengembangan lebih lanjut.

Saat ditemui Radar Lombok, pelaku Afzal Jani mengaku baru kali ini terlibat narkoba. Kunjungannya ke Lombok pun baru kali ini. Awal mulanya terlibat bisnis haram ini ketika ia sedang jalan-jalan dan dihampiri orang tak dikenal.
Ia kemudian ditawarkan mengantar barang haram tersebut ke Lombok dengan mendapatkan upah Rp. 5 juta. Tanpa berpikir panjang ia pun menyanggupinya.
“Saya baru pertama kalinya ini,”akunya.

Ia pun kini menyesal usai tertangkap. Namun nasi sudah menjadi bubur.
Afzal Jani kini harus menikmati masa mudanya di dalam penjara.
Atas perbuatannya, ia dijerat dengan pasal 112 ayat (2) dan 114 ayat (2) UU RI NO 35 TAHUN 2009 Tentang menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara Narkotika Golongan I diancam pidana penjara maksimal 20 tahun. (der)

BACA JUGA :  BNN Gelar Raker Anti Narkoba
Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumya17 Pasangan Balon Kada Sudah Jalani Pemeriksaan Kesehatan
Berita berikutnyaTujuh Hari SKB CPNS, 21 Peserta Gugur