Polisi Gagalkan Penyelundupan Sabu ke Rutan

Polisi Gagalkan Penyelundupan Sabu ke Rutan
SABU: Salah satu anggota kepolisian yang bertugas jaga di Mapolres Lotim memperlihatkan sabu-sabu yang hendak diselundupkan ke ruang tahanan Polres, namun berhasil digagalkan, Selasa kemarin (21/8). (IST FOR RADAR LOMBOK)

SELONG–Petugas yang sedang melakukan penjagaan di Markas Polres Lombok Timur (Lotim) berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu ke Rutan Polres Lotim, yang disembunyikan dalam nasi bungkus yang hendak dikirimkan ke salah satu tahanan.

Narkoba jenis sabu itu diantarkan melalui jasa tukang ojek berinisial AN, ke salah satu penghuni ruang tahanan Polres yang berinisial EGR, dengan kasus narkoba. Tukang ojek sendiri tidak mengetahui kalau didalam nasi bungkus itu ada paketan sabu, dan dia mendapat upah sebesar Rp 10 ribu dari pelaku yang saat ini masih diburu pihak kepolisian berinisial SM.

“Kita gagalkan pengiriman narkoba ini pada hari Senin sekitar pukul 17.00 Wita, yang disembunyikan dalam nasi bungkus dan beberapa rokok yang dibawa oleh tukang ojek ini,” kata Kapolres Lotim melalui Kasat Narkoba, AKP Prayit Harianto, Selasa kemarin (21/8).

Dijelaskan, pengungkapan ini berawal dari anggota jaga yang sedang piket. Kemudian datang tukang ojek membawa nasi bungkus yang disuruh oleh pelaku berinisial SM, berasal dari wilayah Pancor, dengan memberi ongkos ojek sebesar Rp 10 ribu, untuk diantarkan kepada salah satu tahanan berinisial EGR.

Namun karena merasa curiga dengan bungkusan yang ada, anggota jaga langsung menghubungi satuan narkoba untuk dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan tukang ojek tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap nasi bungkus, petugas menemukan satu poket sabu dengan berat 0,38 gram, dan beberapa rokok yang ikut dibungkus dalam paketan nasi bungkus. ”Kita curiga dengan isi bungkusan ini, karena melakukan besukan di luar jam besuk. Apalagi kiriman bungkusan ini juga ditujukan ke tahanan narkoba,” jelasnya.

Dengan menemukan narkoba, maka petugas pun langsung melakukan pengejaran terhadap tukang ojek yang membawa nasi bungkus ke tahanan. Hanya saja, tukang ojek yang membawa nasi ini mengaku tidak mengetahui sama sekali apa isi didalam bungkusan itu. Tukang ojek yang biasa nongkrong di depan PMI ini hanya disuruh mengantar saja. “Saya kasihan sama tukang ojek ini, dia menjadi korban akibat kesalahan orang lain,” ujarnya.

Meski demikian, guna kepentingan penyelidikan dan mengunggap pelaku utamanya, tukang ojek itu masih dilakukan pemeriksaan, dan akan dilakukan tes urine. ”Kalau hasilnya positif kita akan lepas. Tapi untuk sementara ini hingga 5 hari kedepan akan kita amankan, tapi bukan ditahan,” jelasnya.

Sementara itu lanjutnya, dengan ditemukannya barang haram yang diselundupkan melalui makanan. Maka pihak Satresnarkoba Polres Lotim langsung melakukan penggeledahan ke dalam Rutan, untuk mencari apakah ada barang-barang yang mencurigakan.

“Setelah kita geledah semuanya. Kita tidak menemukan barang-barang yang mencurigakan, termasuk narkoba. Hanya itu yang ada, namun berhasil kita gagalkan,” pungkas Prayit. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid