Polisi Gagalkan Pengiriman 27 Boks Terumbu Karang

DIGAGALKAN : Petugas menunjukkan terumbu karang yang diamankan dari pengiriman tanpa izin di Markas Pol Air Polda NTB Lembar kemarin (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG-Dit Pol Air Polda NTB bersama Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan NTB mengagalkan pengiriman 27 boks terumbu karang dari Sumbawa menuju Banyuwangi Jawa Timur di Jalan Raya Lembar Desa Lembar sekitar jam 04.00 WITA, Senin (23/1).

Kanit Lidik Dit Pol Air Polda NTB, IPDA L. M. Ikhsan mengatakan, 27 boks terumbu karang yang izin pengirimannya belum ada ini diangkut menggunakan truk Hino. Total keseluruhan terumbu karang di dalam boks belum diketahui pasti. Karena sopir berinisial WS (52) warga Kelurahan Kelatak Kecamatan Kali Puro Kabupaten Banyuwangi Jatim juga mengaku tidak tau isi boks. WS mengaku hanya mengetahui bahwa itu adalah ikan, bukan terumbu karang. “Sopir sendiri belum mengetahui kemana akan dibawa setelah sampai di Banyuwangi, karena sang sopir akan dihubungi via telepon oleh pemilik saat telah tiba di Banyuwangi,” jelasnya menuturkan pengakuan sopir tersebut di Markas Dit Pol Air Polda NTB Lembar kemarin.

[postingan number=3 tag=”kriminal”]

Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan NTB Muhlin menambahkan, pihaknya belum bisa mengidentifikasi secara keseluruhan jenis terumbu karang tersebut, karena belum dibongkar seluruhnya.

Atas tindakan penyelundupan tersebut tersangka bisa terjerat Pasal 31 ayat (1) dan/atau ayat (2) jo pasal 6 UU RI No. 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan. Dengan ancaman hukuman penjara paling lama 3 tahun denda maksimal Rp 150 juta. Serta melenggar ketentuan UU No 5 tahun 1990 tentang Konservasi SDA dan Ekosistem.

Usai memberikan keterangan pers, tim pun kemudian bergerak menuju perairan di Sekotong untuk melepaskan terumbu karang yang diamankan. Pelepasan ini agar terumbu karang tidak mati.(zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid