Polisi Gagalkan Pencurian Kerbau

Polisi Gagalkan Pencurian Kerbau
DIGAGALKAN: Petugas kepolisian bersama warga berhasil menggagAlkan pencurian empat hewan ternak milik Sahman, warga Dusun Jati Desa Teduh Kecamatan Praya Barat, Minggu (18/3). (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Aparat kepolisian Polsek Praya Barat Daya berhasil menggagalkan aksi pencurian hewan ternak berupa empat ekor kerbau betina milik Sahman, warga Dusun Jati Desa Teduh Kecamatan Praya Barat, Minggu dini hari (18/3).

Empat ekor kerbau yang dikeluarkan kawanan pencuri dari kandangnya itu ditemukan aparat bersama warga di tengah sawah Dusun Keloke Desa Sukarara Kecamatan Jonggat. Sayang, pelaku yang diperkirakan lebih dari dua orang itu lolos dari kejaran polisi.

Aksi pencurian ini diketahui korban sekitar pukul 02.00 Wita. Saat itu korban bangun dan mengecek kerbaunya di kandang yang terletak di samping rumahnya. Namun, korban kaget karena melihat hewan peliharaanya sudah tidak ada di kandang. Selanjutnya, korban langsung menghubungi anggota Badan Keamanan Desa (BKD) setempat dan Bahabinkamtibmas, Babinsa dan menghubungi anggota piket Polsek sambil mencari ke arah barat.  Untuk mempermudah pencarian, anggota juga berkoordinasi dengan Polsek Jonggat. Hasilnya sekitar pukul 05.00 Wita, anggota berhasil menemukan empat ekor hewan ternak dalam keadaan terikat dan ditinggal pelaku di tengah sawah.

Kasatreskrim Polres Loteng, AKP Rafles P Girsang ketika dikonfirmasi membenarkan telah menggagalkan aksi pencurian ternak itu. Setelah pihaknya mendapatkan informasi dari warga, pihaknya langsung menghadang di jalur biasa mereka melintas.  Hasilnya, pihaknya menemukan empat ekor hewan ternak yang ditinggalkan kawanan pelaku. “Para pelaku meninggalkan sapi tersebut karena jalur-jalur yang sering dilalui para pelaku curat sudah dijaga anggota  bersama anggota BKD. Sehingga pelaku merasa kesulitan untuk membawa hasil curiannya. Hewan ternak kami langsung kami serahkan kepada pemiliknya,” ungkap Rafles, Senin kemarin (19/3).

Rafles berharap, masyarakat lebih wasapada dengan adanya kejadian ini. Terutama masyarakat yang mempunyai hewan ternak agar tetap berpatroli dan sering berkoordinasi dengan aparat kepolisian atau anggota babinkamtibmas.  “Kami harapkan semua sadar akan pentingnya keamanan ini. Masyarakat harus bekerja sama untuk menciptakan Kamtibmas di masing- masing desa tempat tinggalnya,” imbuhnya. (met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut