Polisi Ditarik Dari Hutan Sekaroh

MATARAM—Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono  sudah menarik personilnya yang  berjaga di hutan lindung Sekaroh Lombok Timur.

" Pasukan memang sudah saya tarik beberapa waktu lalu dan sekarang sudah tidak ada lagi yang berjaga disana," ujarnya Jumat  kemarin (1/70. Hal tersebut dipastikannya menyusul tidak jelasnya hubungan manajerial yang ada di hutan Sekaroh Lotim.

Kapolda juga mengaku bingung dengan permasalahan yang terjadi di hutan Sekaroh. Bagaimana tidak, antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB serta Pemkab Lotim tidak sepaham dengan dengan permasalahan yang terjadi. Ditambah lagi dengan semua pihak yang mengirim kekuatan seperti Satpol PP maupun tim khusus dari Dinas Kehutanan. Ini tentu menurut dia kedepannya akan berbahaya. ‘’ Masa negara sama mau berperang. Makanya sudah saya nasehati agar jangan sampai terjadi apa-apa disana,’’ ungkapnya.

Untuk itu, Kapolda mengatakan kepolisian dalam hal ini akan memantau dari luar hutan Sekaroh. Karena jika berada di dalam nantinya terlihat dan disorot karena berpihak oleh pihak luar. Sehingga dipastikan pasukan dari Ditpolair yang sempat ditugaskan di Sekaroh tidak akan berjaga lagi. Ditpolair sebelumnya berjaga di Sekaroh karena tidak tahu ada permasalahan yang terjadi di hutan Sekaroh. ‘’ Polair sebelumnya tidak tahu adanya masalah disana  makanya melayani masyarakat dengan melakukan penjagaan,’’ jelasnya.

BACA JUGA :  Dua Perusahaan Cabut Gugatan Terhadap Gubernur

Umar juga menyebut jika hal ini terus terjadi, maka berdampak pada kebingungan dari pihak investor. ‘’ Kalau investor ini bingung tentu menambah permasalahan lagi,’’ katanya.

Sedangkan di satu sisi pemerintah sedang mengupayakan sektor pembangunan dengan mengundang banyak investor untuk berinvestasi. Keadaan tersebut tentu disebutnya baik bagi masyarakat yang tertampunguntuk bekerja. ‘’ Manfaatnya kan banyak kalau masyarakat banyak yang bekerja. Maka angka kriminalitas juga bias ditekan,’’ harapnya.       

Diketahui sebelumnya, anggota Ditpolair Polda NTB sempat ditugaskan dan ditempatkan untuk berjaga di hutan Sekaroh. Petugas disiagakan ditempat tersebut setelah mendapat permintaan langsung dari warga sekitar. Namun bupati Lotim tidak setuju dan lebih memilih Satpol PP untuk melakukan penjagaan.

Terhadap permasalahan ini, kepolisian juga tetap melakukan koordinasi bupati Lombok Lotim selaku kepala daerah. " Iya tetap kita koordinasi dan itu dilakukan oleh Polres Lotim,"tandas Umar.(gal)