Polisi Bongkar Sindikat Curanmor Beleka Kabupaten Lombok Tengah

Amankan 23 Unit, Lima Pelaku Pecandu Narkoba

Kholil lantas membeberkan, para pelaku melancarkan aksinya dengan membekali diri menggunakan kunci liter T. Para pelaku mencari mangsanya dengan cara berkeliling. Jika menemukan motor atau target yang diincarnya, pelaku akan mengambilnya dengan cara merusak kunci  kontak motor korban. “Ini para pelaku sudah sangat banyak TKP-nya dan sangat-sangat meresahkan masyarakat,” katanya.

Bahkan, para pelaku tidak hanya dijerat dengan undang-undang kasus curanmor saja. Akan tetapi, para pelaku juga akan terancam dengan pidana penggunaan narkoba. Karena kuat dugaan para pelaku melakukan pencurian untuk memenuhi kebutuhanya menggunakan narkoba jenis sabu. “Ironis memang dari pengakuan para pelaku biasanya melakukan aksi kejahatanya karena terhimpit kebutuhan hidup. Namun saat ini malah digunakan untuk gaya hidup, karena sebagian dari pelaku menggunakan uang hasil mereka menjual motor curian itu untuk membeli narkoba,” jelasnya.

Kholil dalam kesempatan itu mengimbau kepada warga masyarakat yang merasa kehilangan motornya aga segera datang ke Mapolres Lombok Tengah. Warga boleh melihat dan memeriksa, apakah kemungkinan itu motor mereka atau bukan. Warga cukup membawa barang bukti kepemilikan berupa STNK dan BPKB. ‘’Kalau itu punya mereka, akan kita berikan tanpa biaya sepeser pun,’’ imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang pelaku Rio beralasan, dirinya terpaksa mencuri karena sudah lama menjadi pengguna narkoba jenis sabu.  Motor-motor yang didapat itu ia jual selain untuk kebutuhan sehari-hari, namun ditukar juga dengan narkoba. “Orang tua saya sudah tidak ada. Makanya saya nyuri untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan untuk membeli narkoba,”u ngkap remaja yang kelihatan masih sakau akibat narkoba itu.

Berbagai alasan para pelaku sampaikan saat ditanya oleh petugas. Ada yang berkilah untuk membeli baju dan ada pula yang berkelit untuk membeli pupuk untuk tanamanya di sawah. “Kalau saya tidak pakai narkoba tapi untuk membeli pupuk. Tapi saya tidak tau kalau itu motor curian karena saya hanya dititipkan barang untuk dijual,” ungkap pelaku lainya Anto.

Sementara tampak puluhan warga yang sudah kehilangan motornya berdatangan melihat kendaraan hasil tangkapan polisi. Beberapa di antara mereka harus pulang dengan tangan hampa karena tidak menemukan kendaraanya. Namun ada pula yang tersenyum bahagia karena motor miliknya bisa ditemukan oleh petugas. “Motor saya sudah seminggu hilang saat saya parkir di rumah dan alhamdulilah bisa ditemukan oleh petugas,” ungkap Roni salah seorang warga Mataram yang kehilangan Kawasaki Trackernya. (cr-met)