Polisi Bidik Proyek Penataan Pusuk Sembalun

PUSUK SEMBALUN: Tampak penataan sarana dan prasarana di kawasan obyek wisata Pusuk Sembalun, yang ternyata diduga ada penyelewengan, dan kini sedang menjadi bidikan pihak kepolisian.

SELONG—Kasus dugaan korupsi proyek penataan sarana dan prasarana obyek wisata Pusuk Sembalun saat ini dalam penanganan Unit Tipikor Satreskrim Polres Lotim. Kasus ini dibidik, karena kuat dugaan telah terjadi penyimpangan. Hingga kini kepolisian pun terus melakukan pendalaman untuk membuktikan terkait penyimpangan itu.

Selama proses penyelidikan, kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait yang terlibat dalam pengerjaan fasilitas di kawasan obyek wisata Pusuk Sembalun ini. Pihak yang telah diperiksa, diantaranya mulai dari pejabat hingga mantan pejabat di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudapar).

Bahkan pemeriksaan itu juga dilakukan terhadap pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. “Semua pihak sudah kita mintai keterangan,” ungkap Kapolres Lotim melalui Kasatreskrim Polres Lotim, AKP Antonius Faebuadodo, Rabu (23/11).

Dikatakan, pemeriksaan itu masih sebatas untuk klarifikasi. Dimana mereka yang telah diperiksa, yakni  mantan Kadisbusdpar Lotim, dan Kabid yang menangani proyek ini, yang juga selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), hingga kontraktor.

Pemeriksaan terhadap pihak terlibat ini lanjutnya, telah dilakukan secara berulang kali. Mereka dimintai keterangan untuk memperjelas proses pengerjaan sarana dan prasana di obyek wisata Pusuk Sembalun itu.

Selain melakukan pemeriksaan terhadap pihak terkait, pihaknya kini juga terus mengumpulkan bukti-bukti. Bahkan beberapa waktu lalu pihak penyidik bersama dengan tim ahli dari Unram telah turun ke lokasi untuk melakukan cek fisik. “Kita juga turun ke lokasi sudah beberapa kali,” terangnya.

Proses penyelidikan kasus ini sebutnya, terus berjalan dan menjadi prioritas mereka, sama seperti  kasus jembatan ambruk. Dijelaskan, proyek perbaikan sarana dan prasana obyek wisata  Pusuk Sembalun ini besaran anggaranya mencapai Rp. 1,6 miliar.

Anggaran itu bersumber dari Kementerian Pariwisata. Namun pengerjaan sepenuhnya ditangani Disbudpar Lotim. “Anggaran itu digunakan untuk pengerjaan Gapura, Taman Pusuk, dan Gerbang Selamat Datang,” bebernya.

Namun dalam perjalanan, pengerjaan obyek sarana dan prasana obyek wisata Pusuk Sembalun ini ternyata tidak sesuai dari jumlah anggaran yang digelontorkan. Bahkan progress pengerjaan hanya sekitar 70 persen saja. Setelah itu tidak ada kelanjutannya lagi.

Selain pengerjaannya yang tidak tuntas, fisik sejumlah sarana dan prasarana yang telah selesai dikerjakan ternnyata juga tidak sesuai dengan speknya. “Pengerjaanya tidak rampung, dan speknya juga tidak sesuai,” pungkas Antonius. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid