Polisi Bekuk Dua Perampok Sadis Sekaroh

Polisi Bekuk Dua Perampok Sadis Sekaroh
PERAMPOK: Jus alias Amaq Iwik, salah satu pelaku perampokan sadis yang menewaskan Amaq Jon, di Dusun Telone, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, yang berhasil ditangkap polisi. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Setelah dilakukan perburuan secara intensif oleh aparat kepolisian, dua pelaku dari sembilan pelaku perampokan sadis yang menewaskan Amak Jon di Dusun Telone, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) beberapa waktu lalu berhasil dibekuk.

Berdasarkan informasi terpercaya yang berhasil diserap Radar Lombok, kedua pelaku perampok, yakni Jus alias Amaq Iwik warga  Embung Kao, Dusun Menurik, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, ditangkap pada Rabu kemarin (7/6), sekitar pukul 10.00 Wita.

Jus berhasil ditangkap berdasarkan pengembangan dari seorang pelaku lainnya, Gaib Asman yang sebelumnya terlebih dahulu berhasil dicokok polisi di wilayah Lombok Tengah. Dari tersangka Gaib Asman ini pula kemudian didapatkan beberapa nama pelaku, yang salah satunya adalah Jus alias Amaq Iwik yang diketahui menikah dengan warga Desa Kidang, Lombok Tengah.

[postingan number=5 tag=”perampok”]

Dari pendalaman tersebut, Tim Polsek Jerowaru dibantu Timsus Brimob melakukan penjemputan ke rumah Jus, dan kemudian mengambil gambar serta video. Selanjutnya gambar dan video tersebut diperlihatkan kepada pelaku Gaib Asman untuk mencocokkan apakah orang tersebut yang dimaksud. Setelah melihat gambar dan video tersangka, Gaib Asman ternyata membenarkan bahwa dialah salah seorang teman tersangka pada saat melakukan perampokan di Teluk Dalem, Dusun Telone, Desa Sekaroh, dengan korban Amaq Jon yang meninggal dunia.

Sementara terhadap beberapa teman pelaku perampokan yang lain, hingga kini Tim Gabungan masih melakukan pengejaran, dimana identitas para pelaku perampokan sudah dikantongi polisi. Berdasarkan keterangan Jus, dia berperan sebagai pengawas saat rekannya merusak rolling door rumah korban. Selain itu,  Jus juga adalah pelaku yang sempat saling lempar dengan masyarakat yang hendak membantu korban hingga masyarakat kemudian menjauh dari TKP.Ketika di dalam rumah korban terjadi perkelahian antara rekan pelaku dengan korban, sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Berikutnya pelaku Jus langsung masuk ke dalam rumah korban dan mengambil barang-barang milik korban yang ada di etalase kios korban.

BACA JUGA :  Menyamar Jadi Wanita, Pegawai Bank Diamankan

Kapolda NTB Brigjen Pol Firli ketika dikonfirmasi membenarkan penangkapan pelaku perampokan sadis di Lotim bagian selatan, yang menewaskan seorang korbannya tersebut. “Iya ada pelaku yang sudah ditangkap. Saya lupa inisialnya. Dia (pelaku) dari Lombok Tengah,” ungkap Firli.

Dari hasil penyelidikan, pelaku bisa tertangkap karena dikenali oleh saksi. Selain itu, wajah dari pelaku yang tertangkap ini juga ada tanda perlawanan dari korban. Tanda tersebut menunjukkan adanya kekerasan dari perlawanan korban. “Rupanya ada perlawanan dari korban dan mengenai wajahnya,” beber Firli.

Selain itu, mantan Dirreskrimsus Polda Jawa Tengah ini juga meluruskan pemberitaan yang berkembang selama ini. Yaitu terkait para pelaku yang diberitakan berjumlah 25 orang. Padahal dari hasil penyelidikan, pelaku hanya berjumlah 9 orang saja. Untuk sisa pelaku sambung Kapolda, sampai dengan saat ini masih terus diburu oleh petugas. “Jadi bukan 25 orang seperti berita yang di koran. Pelakunya itu ada 9 orang,” tegas Firli.

Dari pemeriksaan petugas, pelaku mengaku berjumlah 9 orang dan benar mereka bergerak dari Lombok Tengah. “Jadi memang betul mereka itu lewat laut,” imbuhnya.

Untuk itu, Kapolda sudah memerintahkan Brimob dan Ditpolair Polda NTB berjaga dan patroli di wilayah Lombok bagian selatan. Selain itu, unit-unit Ditshabara juga diperintahkan untuk berjaga. “Jadi begini, kejahatan itu muncul karena niat. Kemudian karena kesempatan. Niatnya memang ada untuk berbuat jahat, kesempatannya juga ada. Nah polisi mengurangi dan mencegah agar itu tidak ada,’’ sebutnya.

Sementara Kapolres Lombok Timur, AKBP Winky Adityo Kusumo, saat dikonfirmasi menolak memberikan komentarnya, terkait dengan tertangkapnya pelaku perampokan sadis ini. “Belum dirilis, masih pengembangan,” katanya di Mapolda NTB. (cr-wan/gal)