Polisi Amankan Kayu Hasil Pembalakan Liar

KAYU : Polsek Narmada mengamankan kayu yang diduga hasil pembalakan liar di Dusun Pesorongan Jukung Desa Lebah Sempaga Kecamatan Narmada. (Dery Harjan/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Polsek Narmada mengamankan kayu yang diduga hasil pembalakan liar di Dusun Pesorongan Jukung Desa Lebah Sempaga Kecamatan Narmada.

Kapolsek Narmada I Nyoman Nursana mengatakan, kayu yang diamankan tersebut diduga didapat dari hutan lindung yang berada di wilayah setempat.

Awal mulanya pengungkapan ini adalah dari hasil informasi masyarakat yang diterima pada Kamis (11/2). Dimana di Dusun Pesorongan Jukung ada oknum warga yang menampung kayu yang diduga hasil pembalakan liar. Meninindaklanjuti informasi tersebut pihaknya pun langsung turun ke lokasi. Sesampainya di sana ternyata informasi itu benar adanya.Pihaknya pun langsung mencaritahu pemiliknya untuk dikonfirmasi tetapi ternyata sudah tidak berada di lokasi.” Sesuai informasi bahwa kayu tersebut penguasanya adalah sauadara Ocong dan Iri yang merupakan warga setempat,” kata Kapolsek Narmada, Kompol Nyoman Nursana, yang dikonfirmasi Radar Lombok, Minggu (14/4).

Mengingat pemilik kayu menghilang, Jumat (12/2) pihaknya pun langsung mengamankan kayu tersebut.

Kayu yang diamankan itu bentuknya gelondongan dan sudah dipecah berupa balok yang secara keseluruhan jumlahnya 143 batang. Selain itu ada juga yang sudah diolah menjadi papan sebanyak 23 lembar dan usuk ukuran 4×6 sekitar 300 batang. “ Untuk jenis kayu belum diketahui pasti tetapi informasi masyarakat itu adalah kayu albasia,” ungkap Nursana.  

Selain mengamankan kayu, polisi juga mengamankan mesin pemotong kayu dan juga kendaraan roda empat yang digunakan untuk mengangkut kayu.

Terhadap pemilik barang, Nursana mengatakan masih dilakukan pencarian. Pihaknya pun berharap pemilik barang segera menyerahkan diri. Jika tidak maka pihaknya akan mengambil tindakan tegas.

Dari informasi yang diserap kepolisian, pelaku diduga sudah lama menjalankan bisnis tersebut. “Informasinya sudah lama cuma masyarakat sendiri mungkin merasa mereka tingkatan sosialnya lebih jadi masyarakat tidak berani melapor. Tetapi karena karena sudah berlebihan masyarkat pun gerah dan akhirnya mau melapor, “ ungkapnya.

Pihaknya pun berterima kasih kepada masyarakat dan masyarakat tetap berperan dalam menjaga kelestarian hutan. Sebab jika hutan sudah rusak maka bencana pun akan datang. “Terlebih di musim penghujan,” paparnya.(der)