Poling Calon Sekda Kota Mataram, Nyoman Ungguli Nelly dan Irwan

HASIL POLING : Hasil poling calon sekda Kota Mataram beredar sejak Jumat pekan lalu. Posisi pertama diisi I Nyoman Suwandiasa disusul Baiq Nelly Kusumawati dan Irwan Rahadi. (ALI MA’SHUM/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pemkot Mataram digegerkan dengan beredarnya poling atau jajak pendapat tentang calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram. Poling calon sekda ini beredar sejak Jumat (9/12) mulai pukul 13.39 Wita melalui situs polingkita.com.

Ada delapan opsi atau pejabat Kota Mataram yang dipilih dalam poling tersebut. Antara lain, Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, Asisten II Setda Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Miftahurrahhman, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), I Nyoman Suwandiasa, Kasatpol PP Irwan Rahadi, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Nazarudin Fikir, Kepala Dukcapil, H Amran M amin dan Inspektur Inspektorat Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati.

Setelah poling tersebut beredar dan diakses warga, Pemkot Mataram mengeluarkan pengumuman resmi bahwa poling calon sekda tersebut bukan dikeluarkan oleh Pemkot Mataram. ‘’Poling itu bukan dari pemkot, pemilihan sekda itu ada regulasi dan mekanismenya tersendiri. Poling itu kebanyakan di politik, mungkin ini untuk melihat elektabilitas personal,’’ ujar Asisten III Setda Kota Mataram, Hj Baiq Evi Ganevia, Senin (12/12).

Jabatan Sekda Kota Mataram memang menjadi perhatian mengingat Sekda Kota Mataram, H Effendi Eko Saswito akan pensiun Maret 2023 mendatang. Calon sekda tengah ramai dibicarakan dengan munculnya sejumlah nama yang disebut-sebut sebagai calon kuat. Opini itu semakin geger setelah beredarnya poling calon Sekda Kota Mataram. ‘’Sekda dipilih, bukan berdasarkan poling. Untuk sekda kita tetap mengacu pada regulasi yang ada. Seperti Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang aparatur sipil negara, Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang manajemen PNS,  Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi Nomor 15 tahun 2019 tentang tata cara pengisian jabatan tinggi secara kompetitif dan terbuka di lingkungan instansi pemerintah,’’ terang Evi.

Karena itu, pemkot menyikapi santai beredarnya poling calon sekda ini dan akan menelusuri pihak yang melakukan poling tersebut. ‘’Mungkin ini untuk seru-seruan saja, nanti tugasnya kominfo itu yang menelusuri siapa yang buat,’’ ungkapnya.

Hingga Senin siang, total 1480 suara yang sudah menentukan pilihan di poling calon Sekda Kota Mataram. Tanpa diduga, Kepala Diskominfo, I Nyoman Suwandiasa dipilih oleh voters dengan poling terbanyak. Nyoman dipilih dengan 498 suara atau 33 persen dan nangkring di posisi pertama. Posisi kedua ditempati Inspektur Inspektorat, Baiq Nelly Kusumawati dengan 305 suara. Posisi ketiga ditempati Kasatpol PP, Irwan Rahadi dengan 246 suara. Posisi keempat H Amran M Amin dengan 223 suara atau 13,1 persen. Posisi kelima Lalu Martawang dengan 71 suara atau 4,8 persen. Posisi keenam Lalu Alwan Basri dengan 64 suara atau 4,3 persen. Posisi ketujuh Miftahurrahman dengan 39 suara atau 2,6 persen. Posisi kedelapan atau paling buncit adalah Nazarudin Fikri dengan 34 suara atau 2,3 persen.

Kepala Diskominfo Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa mengatakan, poling calon sekda tersebut bukan dari Pemkot Mataram. ‘’Bukan, itu lucu-lucuan tidak tahu siapa yang buat,’’ katanya.

Dia mengaku kaget dan miris namanya dipilih paling banyak di poling calon Sekda. Apalagi dirinya belum memenuhi syarat untuk maju di pemilihan sekda melalui proses lelang jabatan atau pansel. Karena salah satu syaratnya, calon sekda minimal sudah menduduki dua kali menjabat kepala OPD. ‘’Saya belum memenuhi syarat gimana mau maju. Mekanisme pemilihan sekda kata dia sudah ada regulasinya, sekda juga bukan jabatan politik. Aturannya sangat jelas tentang tata cara dan mekanisme pemilihan jabatan sekda. Mohon itu tidak dianggap serius, mungkin ini kenejakaan birokrasi,’’ terangnya.

Pemkot Mataram juga belum mengetahui pihak yang membuat poling calon sekda. Diskominfo memastikan tengah menelusuri pembuat ataupun pihak dibalik munculnya poling calon sekda Kota Mataram itu. ‘’Saya sudah perintahkan staf saya untuk melihat siapa pembuat link itu, kita ingin tahu apa motivasi dan sebagainya. Yang jelas bukan kegiatan resmi dari Pemkot Mataram, kita ingin tahu siap yang pertama kali upload ini,’’ tegasnya.

Nyoman khawatir jika tidak dihentikan, poling tersebut bisa melebar dan jadi pembahasan masyarakat luas. Masyarakat juga diimbau untuk tidak serius melihat hasil poling calon sekda tersebut karena jabatan sekda sudah ada mekanisme yang mengatur.  ‘’Pemilihan sekda itu hak prerogratif wali kota atau kepala daerah,’’ jelasnya. (gal)

Komentar Anda