Polda NTB Kembali Terbitkan DPOH dr Mawardi

Polda NTB Kembali Terbitkan DPOH dr Mawardy
DICARI : Keberadaan dr Mawardi Hamry tetap dicari oleh kepolisian. Polda NTB kembali mengeluarkan daftar orang hilang atas nama dr Mawardi Hamry. (Ali Ma'shum/Radar Lombok)

MATARAM — Sudah hampir 2 tahun menghilang, kepolisian belum juga menemukan mantan direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB dr Mawardi Hamry.

Sampai saat ini pencarian terus dilakukan. Sebagai bentuk keseriusan melakukan pencarian, Polda NTB kembali mengeluarkan Daftar Pencarian Orang Hilang (DPOH) atas nama dr Mawardi Hamry. ‘’ (DPOH) sudah kita keluarkan,’’ ujar Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Kristiaji Selasa kemarin (5/12).

BACA JUGA :  159 Napi Dapat Remisi Hari Kemerdekaan

Terbitnya kembali DPOH dr Mawardi merupakan hal biasa pada kasus orang yang dialporkan hilang dan belum ditemukan. Selanjutnya,  DPOH ini ditembuskan kepada Polda di seluruh Indonesia.

Menghilangnya dr Mawardi ini disebutnya sebagai sesuatu yang pelik. Masyarakat NTB kebanyakan menurutnya ada yang menduga hilangnya dr Mawardi ini karena diculik. Sementara kesaksian yang didapatkan kepolisian, sang dokter keluar dari rumah membawa tas secara sadar. ‘’ Ini memang agak pelik. Tapi saya mengajak berpikir secara logika. Kesaksiannya  itu, dia secara sadar keluar dari rumah,’’ katanya.

Hal tersebut juga kata dia tercermin dalam gelar perkara yang dilakukan kepolisian. Pihaknya mengecek Tempat Kejadian Perkara (TKP) dari awal menghilangnya dr Mawardi. Semua kronologisnya disebutnya sudah dijabarkan. Pihak yang ditemui dr Mawardi ketika keluar dari rumah juga belum diketahui.  ‘’ Itu temuan saya digelar seperti itu. Sekarang kalau dia diculik tentunya ada bukti seperti apa atau ada kekerasan. Kita tidak tahu dia keluar sama siapa. Yang jelas itu orang yang dia kenal dan berada dalam mobil itu,’’ ungkapnya.

Ciri-ciri adanya penculikan menghilangnya dr Mawardi juga tidak ditemukan. Seperti adanya permintaan tebusan kepada pihak keluarga. ‘’ Ciri-ciri utamanya kan seperti itu. Tapi ini tidak ada,’’ jelasnya.

Kepolisian juga mengaku tidak mendapatkan informasi mengenai ada tidaknya tekanan yang didapat dr Mawardi sehingga memutuskan untuk menghilangkan diri. ‘’ Kita tidak tahu. Dari saksi juga tidak ada,’’ katanya.

Kristiaji lalu menganalogikan kasus  anak yang pergi dari rumah. Belum tentu  anak itu pergi dari rumah  karena penculikan. Bisa jadi anak tersebut sengaja dibuat minggat atau kabur dari rumah. ‘’ Bisa saja dia dibikin minggat. Apalagi dia dalam keadaan sadar dan dewasa. Dia cukup modal juga untuk pergi,’’ bebernya.

BACA JUGA :  Tim Gabungan Razia Tempat Hiburan Malam di Lombok Timur

Kepolisian tetap melakukan pencarian terhadap keberadaan dr Mawardi.  Ia juga meminta kepada pihak keluarga untuk lebih koperatif dengan kepolisian. ‘’Tetap (dicari). Itu kewajiban kita. Disamping permohonan kepada pihak keluarga untuk lebih kooperatif jika ada informasi,’’ pungkasnya.

Dr Mawardi dilaporkan menghilang sejak Rabu malam tanggal 23 Maret 2016 lalu.Dia meninggalkan rumah dinasnya. Namun hingga saat ini dr Mawardi belum ditemukan. Motifnya menghilang juga belum diketahui.(gal)